Ekspor dari Kalimantan Barat Terus Naik
Nilai ekspor dari Kalimantan Barat terus mengalami peningkatan sejak tahun 2009.
TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Nilai ekspor dari Kalimantan Barat terus mengalami peningkatan sejak tahun 2009. Peningkatan ekspor terutama disumbang oleh komoditas perkebunan dan pertambangan.
Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya, Rabu (11/7/2012), mengatakan, pada tahun 2009 nilai ekspor dari Kalbar 536 juta dollar, lalu pada tahun 2010 naik menjadi 922 juta dollar.
"Pada tahun 2011, terjadi kenaikan nilai ekspor secara signifikan menjadi 1,867 miliar dollar," ujar Christiandy.
Tahun 2012 ini, nilai ekspor masih akan dihitung hingga akhir tahun. Ekspor CPO yang menjadi andalan Kalbar sempat terpengaruh krisis ekonomi di Eropa dan akan dilihat perkembangannya sampai akhir 2012. Demikian pula dengan larangan ekspor bahan baku tambang sejak Mei lalu, akan turut memengaruhi nilai ekspor asal Kalbar.
Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kalbar Santyoso Tio mengatakan, larangan ekspor bahan baku tambang itu perlu ditinjau ulang. Pasalnya, pembangunan smelter bukan urusan mudah dan ketersediaan energi dan infrastruktur di Kalbar masih perlu pembenahan.