Safeguard, Instrumen Pendukung Berkembangnya Industri
Kuatnya serbuan produk impor yang beredar di Indonesia khususnya Batam tentunya menjadi momok bagi
Editor:
Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Tribun Batam, Yusuf Riadi
TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Kuatnya serbuan produk impor yang beredar di Indonesia khususnya Batam tentunya menjadi momok bagi pelaku industri tanah air namun untuk mengantisipasi hal tersebut para pengusaha harusnya bisa memanfaatkan tindakan pengamanan perdagangan (Safeguard) hal terebut diungkapkan Taufik M Makruf Wakil Ketua Komite Pengamatan perdagangan Indonesia (KPPI) Selasa (17/7/2012) di Batam.
Dia menjelaskan, langkah Safeguard merupakan langkah positif bagi pelaku usaha untuk diterapkan di Batam, karena selain secara geografis berdekatan langsung dengan negara tetangga. "Tentunya penerapan Safeguard ini akan melindungi industri dalam negeri," jelas Taufik dalam kegiatan sosialisasi Safeguard kepada puluhan pelaku usaha di Batam.
Dalam kesempatan yang sama Alfan Suheri, Wakil Ketua Kadin Kepri mengatakan secara langsung tidak bisa mengadang laju impor produk-produk baik untuk konsumsi maupun untuk keperluan industri manufaktur di kawasan industri, namun ada langkah baik jika ada instrumen yang bisa dijadikan sebagai pelindung bagi produk-produk sejenis di dalam negeri agar tetap memiliki daya saing.
"Dengan terbentuknya World trade organization (WTO) di tahun 1994 pasar dunia cenderung semakin terbuka dan bebas hambatan, melalui Safeguard menjadi langkah tepat untuk menyaring beberapa produk impor," ujar Alfan.
Saat ini dijelaskan Alfan, sekitar 20 industri pipa lokal yang memproduksi pipa untuk industri penunjang migas di Kepri kalah bersaing dengan produk dari Cina. Dengan adanya penerapan safeguard untuk wilayah Kepri diharapkan akan majunya industri nasional yang secara keseluruhan akan meningkatkan nilai exspor dan banyaknya usaha-usaha pendukung.
Sebagai gambaran, Kepri memiliki Empat sektor potensial untuk dikembangkan yakni manufaktur, galangan kapal, jasa perdagangan, dan pariwisata. Keempat sektor tersebut telah mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan diharapkan pemilik modal.