Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Penjualan Kondominium Laris Manis

Ancaman krisis global yang dipicu krisis utang di Eropa ternyata tidak menyurutkan daya beli kondominium di Indonesia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penjualan properti di Indonesia ternyata masih berkibar walaupun kondisi perekonomian global terguncang. Ancaman krisis global yang dipicu krisis utang di Eropa ternyata tidak menyurutkan daya beli kondominium di Indonesia.

Hasil riset dari konsultan properti Jones Lang LaSalle menyebutkan, lebih dari separuh dari 27.400 unit suplai kondominium yang akan berdiri di Jakarta sampai 2015 sudah dipesan habis. Lebih detail, sekitar 63% suplai kondominium di Jakarta sampai 2015 sudah ada pembelinya atau sekitar 17.262 unit.

Luke Rowe, Residential Project Marketing Group Head Jones Lang LaSalle mengungkapkan, tingginya permintaan tersebut disebabkan oleh beberapa alasan, yakni; suku bunga di Indonesia yang relatif rendah.

Suku bunga ini menarik perhatian kelas menengah ke atas Jakarta untuk berinvestasi di sektor properti kondominium. "Serta ada keinginan bertempat tinggal di tengah kota," kata Luke di Jakarta, Kamis (18/7).

Berdasarkan analisis dari Jones Lang LaSalle juga, kondominium yang ada di Jakarta saat ini sudah mencapai 79.700 unit. Dari jumlah kondominium tersebut, sekitar 92,5 % diantaranya sudah terserap.

Dampak dari kenaikan permintaan kondominium tersebut, harga kondominium kuartal II naik 6,4% jika dibandingkan kuartal I tahun yang sama. Untuk kondominium kelas atas, harganya sudah naik menjadi Rp 25 juta per meter persegi (m2).

Sedangkan kondominium kelas menengah, harga belinya sudah naik menjadi Rp 16 juta per m2. Dan begitu pula dengan harga kondominium kelas menengah ke bawah yang sudah naik menjadi Rp 9 juta per m2. (*)

Rekomendasi Untuk Anda

BACA JUGA:


Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas