Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Tanahnya Bermasalah, Perumahan Wartawan Dipindah

Saat akan membeli tanah di Citayam, pihak Kemenpera dihalang-halangi oleh berbagai pihak yang mengklaim lokasi tersebut.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Sugiyarto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz menjelaskan alasan rumah wartawan dipindahkan lokasi kompleknya ke Bojong Gede karena adanya tumpang tindih perizinan. Pada saat akan membeli tanah di Citayam, Depok, pihak Kementerian Perumahan Rakyat dihalang-halangi oleh berbagai pihak yang mengklaim lokasi tersebut.

"Nggak di prediksi, sertifikat banyak yang punya, izin tanahnya menumpuk, baru tahu pas mau bayar, banyak yang ngaku punya tanah itu,"ujar Djan Faridz di kantornya, Rabu (25/7/2012).

Dalam pembangunan rumah murah untuk wartawan, Djan Faridz mengatakan, kalau pihaknya tidak akan meminta bantuan pengembang, karena pengembang meminta margin yang tinggi. Karena hal itu, Djan Faridz mengatakan kalau pembangunan rumah wartawan menggunakan jasa kontrak.

"Mungkin kita tidak tunjuk pengembang, tapi kontraktor, ambil untungnya dari biaya konstruksi,"papar Djan Faridz.

Mengenai jumlah unit, tetap akan dibangun 3000 unit rumah untuk wartawan dengan harga satu unitnya Rp50 juta."Tetap 3000 unit di Bojong Gede, pake kontraktor supaya murah, Tim kita yang kesana, kalau bisa cepat tanah 72 tipe 36, harga Rp50 juta kalau bisa,"ungkap Djan Faridz. (*)

BACA JUGA:


Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas