Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

BNI dan BRI Tunggu Hasil Restrukturisasi Bahana

Rencana Bank Negara Indonesia dan Bank Rakyat Indonesia mengakuisisi Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) bakal molor.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sugiyarto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rencana Bank Negara Indonesia dan Bank Rakyat Indonesia mengakuisisi Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) bakal molor. Itu lantaran BPUI masih menjalani restrukturisasi di Kementerian Keuangan.

Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian Negara BUMN, Parikesit Suprapto, menjelaskan, BPUI berupaya keras memperbaiki ekuitas yang negatif. "Setelah restrukturisasi, ekuitasnya akan kembali positif, hingga punya nilai jual," kata dia, Jumat (27/6).

Parikesit tidak ingat angka pasti mengenai nilai ekuitas BPUI sebelum dan setelah restrurisasi. Sekadar mengingatkan, BPUI memiliki utang Rekening Dana Investasi (RDI) senilai Rp 1,2 triliun. Pinjaman dari pemerintah itu dipakai untuk stabilisasi pasar uang dan pasar modal pada 1997 silam. Utang pokok BPUI sebenarnya hanya Rp 250 miliar. Tapi BPUI menunggak denda dan bunga sehingga jumlahnya membengkak menjadi Rp 1,2 triliun.

Direktur Utama Bank BNI Gatot M Suwondo, menyatakan pihaknya masih tertarik mengakuisisi BPUI. Namun, hingga kini perseroan masih belum mendapatkan respons. "Kami sudah mengirimkan surat, menanyakan setiap hari, tapi belum ada jawaban," kata dia. Emiten berkode BBNI ini berniat membayar akuisisi BPUI dengan obligasi rekap yang mereka miliki.

Bank BRI juga disebut-sebut mengincar Bahana Securities, anak usaha BPUI. Direktur Utama Bank BRI Sofyan Baasir menyatakan, saat ini masih menunggu proses restrukturisasi sekuritas yang mereka incar.

Tapi dia tidak secara eksplisit menyebutkan bahwa yang dimaksud adalah Bahana Securities. "Kami masih menunggu mereka restrukturisasi dulu," tutur dia. Sofyan tak membenarkan atau membantah ketika ditanya apakah yang dimaksud adalah Bahana Securities.

Tapi Parikesit bilang, mekanisme penjualan BPUI masih dalam proses pembicaraan. "Kami ingin BPUI dijual secara utuh sebagai holding," papar dia. Sebelumnya ada permintaan penjualan BPUI berdasarkan paket yang terdiri dari anak-anak usaha BPUI. (*)

Rekomendasi Untuk Anda

BACA JUGA:

Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas