PLN Bantah Meminta Percepatan Operasi PLTP
Nasri Sebayang membantah kalau pihaknya meminta percepatan operasional
Penulis:
Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor:
Sugiyarto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Konstruksi PLN Nasri Sebayang mengatakan, pihaknya bekerja dengan giat membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas.
Meski pelaksanaannya masih mengalami keterlambatan pasokan uap untuk menjalankan pembangkitnya, Nasri Sebayang membantah kalau pihaknya meminta percepatan operasional.
"Tdak benar minta dipercepat. Sebab pengoperasionalisasi PLTP tersebut sudah di tentukan saat tanda tangan kontrak,"ujar Nasri Sebayang, di kantornya (Senin 30/7/2012).
Nasri menambahkan, untuk PLTP Ulu-ulu 2x55 MW, unit I sedang testing comissioning dan beroperasi komersial akhir agustus 2012, unit II beroperasi oktober 2012, dan sebenarnya waktu pengoprasian tersebut merupakan keterlambatan yang disebabkan keterlambatan pasokan uap.
"Unit I sedikit terlambat beroperasi karena pasokan uapnya terlambat. uap harusnya dipasok 1 April 2012, faktanya dipasok 26 mei 2012, PGE yang terlambat memasoknya. Jadi, Ulu-ulu yang semestinya berooperasi komersial Juni diundur menjadi Agustus," jelas Nasri.
Selain itu, pasokan uap yang terbatas mempengaruhi mekanisme pengoprasian PLTP.
"Kedua, PLTP Lenong Unit IV, tapi uapnya masih terbatas. Karena uap untuk Lenong IV digunakan uap untuk unit III, sementara penambahan sumurnya masih belum selesai. Uap baru bisa dipasok Desember 2012. Pembangkit di Lenong IV sudah jadi, tapi uapnya belum jadi," tutup Nasri. (*)
BACA JUGA: