Harga Bakal Melonjak Lagi Pekan Depan
Pekan ini atau sekitar 10 hari Ramadan, harga daging sapi dan telur mulai turun atau kembali normal.
Editor:
Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Agung Yulianto Wibowo
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Pekan ini atau sekitar 10 hari Ramadan, harga daging sapi dan telur mulai turun atau kembali normal. Harga daging sapi per Kamis (2/8/2012) terpantau berada di angka Rp 70 ribu per kilogram (kg), dan harga telur sebesar Rp 16 ribu per kg. Sedangkan harga daging ayam masih berada di angka Rp 26 ribu sampai Rp 28 ribu per kg.
Kabid Bina Usaha Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bandung, Roza Delwina mengatakan, sebelum Puasa harga daging ayam berkisar Rp 22 ribu, sedangkan pekan ini sudah mencapai Rp 26 ribu sampai Rp 28 ribu. Harga ini diprediksi akan kembali mengalami kenaikan mulai pekan depan.
"Bisa jadi harga ayam naik lagi pekan depan. Kita sih inginnya harga tidak ingin naik banyak, tapi berdasar historis tahun lalu sampai Rp 32 ribu. Kalau sudah harga segitu, orang sudah tidak mau beli. Kalau sekarang masih normal," katanya kepada Tribun di Soreang.
Ia menambahkan, stok ayam potong di Kabupaten Bandung masih aman. Dalam satu hari, ayam yang dipotong masih di posisi 30 ribu sampai 50 ribu ekor. Bahkan terkadang bisa mencapai 60 ribu ekor per hari.
"Untuk daging sapi, sudah Rp 70 ribu. Kami sudah prediksi akan menurun sepekan setelah awal puasa. Nah, perkiraan kami, mulai pekan depan harganya kembali naik. Kenaikan harga ini pasti terjadi seperti tahun-tahun lalu," ujarnya.
Selain harga daging sapi, harga telur ayam juga diprediksi akan mengalami kenaikan pada pekan depan. Harga itu terus merangkak naik, dan mencapai puncaknya pada satu hari sebelum lebaran. Namun ia berharap kenaikan harga tidak terlalu tinggi dan memberatkan masyarakat.
"Ya kami juga tetap berharap tidak ada kenaikan harga. Kalau pun ada, tidak usah tinggi-tinggi. Seperti telur ayam, ya maksimal Rp 20 ribu. Apalagi peredaran telur masih normal, antara 50 sampai 60 ton per hari di Kabupaten Bandung," ujar Roza.
Untuk pemotongan daging sapi pun masih normal. Maksimal pemotongan per hari berkisar antara 80 sampai 100 ekor. Dinas Peternakan dan Perikanan masih tetap melakukan pemantauan harga, seperti inspeksi mendadak untuk mengetahui penyebab adanya kenaikan harga.