Pasar Tradisional Diperlakukan Tidak Fair oleh Pasar Moderen
Ekspansi pasar moderen yang kian banyak di Indonesia sangat merugikan eksistensi pasar tradisional di Indonesia.
Penulis:
Hasanudin Aco
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ekspansi pasar moderen yang kian banyak di Indonesia sangat merugikan eksistensi pasar tradisional di Indonesia.
"Mereka (pasar moderen) mengelilingi pasar tradisional yang sudah ada. Padahal aturannya pasar moderen tidak boleh dekat dengan pasar tradisional, harusnya pasar moderen jaraknya dua kilometer dari pasar tradisional," kata CEO Itqoni Group Irwan khalis di Jakarta, Jumat 3 Agustus 2012.
Ini menyebabkan terjadi persaingan tidak fair dan tercipta pasar bebas yang sangat dibebaskan.
"Pasar tradisional sebenarnya tidak takut bersaing tapi harusnya tidak fair," ujar.
Dikatakan ini masalah eksternal yang dihadapi oleh pasar tradisional. "Pasar tradisional eksis puluhan tahun lalu dan memiliki konsumen tetap. Yang tidak dipunyai pasar tradisional adalah infrastruktur untuk melayani konsumen misalnya kalau hujan kehujanan dan panas kepanasan," kata dia.
Dikatakan itu masalah internal pasar tradisional namun sudah ditangani misalnya membangun pasar dengan desain bagus. "Misalnya ventilasi pasar diperbaiki dan dibuat bagus sehingga sirkulasi udaranya membuat pembeli dan pedagang nyaman," kata dia.
Irwan menjelaskan pasar tradisional harus diberdayakan sebab seluruh elemen masyarakat dari berbagai golongan masyarakat menggunakan pasar tradisional untuk berbelanja sehingga harus mendapat perhatian serius semua pihak terutama Pemda.
Ayo Klik:
Baca tanpa iklan