Berani Lakukan Restrukturisasi Bisnis
Nilai tukar yen telah mencapai rekor tertinggi sebesar 75 terhadap dollar AS pada akhir tahun lalu dan hingga saat ini masih kuat.
Penulis:
Sugiyarto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selain memulihnya tingkat permintaan, peningkatan kinerja Toyota itu juga dipengaruhi oleh keberhasilan perusahaan menjalankan restrukturisasi bisnis di tengah penguatan nilai tukar yen.
Langkah Toyota melakukan pemangkasan besar-besaran terhadap ongkos produksi berhasil menutup dampak negatif penguatan nilai tukar yen, yang telah memukul aktivitas manufaktur Jepang karena membuat produk-produk ekspor mereka menjadi tidak kompetitif.
Nilai tukar yen telah mencapai rekor tertinggi sebesar 75 terhadap dollar AS pada akhir tahun lalu dan hingga saat ini masih kuat.
Toyota mengatakan pemangkasan ongkos produksi telah berhasil menghemat hingga 70,0 miliar dollar AS anggarannya pada kuartal hingga Juni, namun penguatan nilai tukar yen masih mengancam perolehan tingkat pendapatnnya.
Dengan hasil positif tersebut, Toyota optimistis menatap prospek bisnis ke depannya. Pabrikan mobil terbesar di dunia itu menaikkan target penjualan globalnya pada tahun ini menjadi 9,76 juta unit dari target awal sebesar 9,58 juta unit. Toyota juga menargetkan produksi tahun ini mencapai 10,05 juta unit.
Toyota pada paro pertama tahun ini berhasil menduduki kembali peringkat sebagai produsen mobil terbesar dunia, setelah menjual hampir sekitar lima juta kendaraan, lebih besar dari pabrikan otomotif lain yang menjadi pesaingnya, General Motors dan Volkswagen.
Perusahaan yang produk-produk kendaraannya, antara lain terdiri dari Lexus, Daihatsu, dan Hino ini pada paro pertama 2012 berhasil meraih rekor penjualan 4,97 juta unit kendaraan ke seluruh dunia, naik 34 persen dari periode yang sama setahun lalu. Tingkat penjualan General Motor (GM) dan Volkswagen (VW) pada periode yang sama mencapai masing-masing 4,67 juta dan 4,45 juta unit. (*)
BACA JUGA:
Baca tanpa iklan