Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

China Pesan 50 Unit Pesawat Airbus

China akan membeli pesawat dari Eropa senilai US$ 3,5 miliar. Harga itu berlaku untuk 50 pesawat milik Airbus.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - China akan membeli pesawat dari Eropa senilai US$ 3,5 miliar. Harga itu berlaku untuk 50 pesawat milik Airbus.

Perjanjian jual beli ini dikantongi oleh Kanselir Jerman, Angela Merkel saat melakukan perjalanan kenegaraan ke Beijing selama dua hari.

Komitmen ini menjadi bukti atas ucapan Perdana Menteri China Wen Jiabao yang sebelumnya berjanji tetap melakukan investasi ke Eropa meskipun dengan pilihan yang lumayan ketat karena krisis keuangan Benua Biru makin parah.

Kantor berita Xinhua melaporkan, dalam perjanjian tersebut juga disepakati bahwa perakitan pesawat juga dilakukan di China.

Peristiwa tersebut merupakan sejarah baru bagi keduanya karena ini adalah pertama kalinya China memiliki perjanjian signifikan dengan Airbus yang memiliki induk usaha EADS, sejak terjadi sengketa antara negara itu dengan Uni Eropa soal aturan dari Emissions Trading Scheme (ETS).

Mulai Januari 2012, ETS memberlakukan biaya penerbangan tambahan termasuk biaya untuk karbon.

China dan beberapa negara lainnya menilai sistem ini tidak adik karena kenaikan ini diterapkan secara keseluruhan, bukan hanya di wilayah udara Eropa.

Rekomendasi Untuk Anda

Selanjutnya pada bulan Maret, kepala eksekutif EADS, Louis Gallois mengklaim Airbus menuai tindakan pembalasan oleh China. Ia menilai, China langsung memblokir pembelian Airbus. Tapi, China tak bergeming.

Sedangkan bagi Merkel, ini adalah kunjungan keduanya ke negeri tirai bambu. Ia mengaku bertekad membenahi hubungan Eropa dengan China dan berusaha menghidupkan bisnis perusahaan-perusahaan Eropa. Ia didampingi oleh beberapa menteri dan sejumlah eksekutif ternama dari Jerman.

Perdagangan bilateral antara Jerman dan China mencapai sekitar US$ 180 miliar tahun lalu. Hasil ini meningkat hampir dua kali lipat dibanding lima tahun lalu. Hari ini, Kamis (30/8) kedua negara telah menandatangani 10 perjanjian lanjutan, disektor komunikasi, kesehatan energi dan kelautan. (*)

BACA JUGA:


Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas