Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pemerintah Tunjuk Dua Sekuritas Jepang Tangani Samurai Bond

Untuk tanggani samurai bond, pemerintah telah menunjuk dua sekuritas di Jepang yaitu SMBC Nikko Securities dan Mizuho Securities.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sugiyarto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan baru menunjuk bank-bank yang mengatur penerbitan atau berperan sebagai joint lead manager untuk sukuk globak dan samurai bond.

"Untuk sukuk pemerintah telah memilih HSBC, Deutsche Bank, dan Standard Chartered Bank. Ketiganya dipilih karena mereka memiliki jaringan kuat di kawasan Timur Tengah," ujar Dirjen Pengelolaan Utang Robert Pakpahan saat ditemui wartawan di Gedung DPR, Senin (10/9).

Sedangkan untuk penerbitan obligasi dengan denominasi yen atawa samurai bond, pemerintah telah menunjuk dua sekuritas di Jepang yaitu SMBC Nikko Securities dan Mizuho Securities. Kemungkinannya, pemerintah akan menerbitkan surat utang negara (SUN) samurai bond tersebut tetap dengan garansi Japan Bank for International Cooperation (JBIC).

Sayang, Robert belum mau memberi tahu kapan tepatnya waktu penerbitan kedua surat utang itu.

Sebelumnya, Direktur Surat Utang Negara (SUN) Loto Srinaita Ginting mengatakan, proses penerbitan samurai bond sedang berjalan. Menurut rencana, samurai bond akan meluncur di kuartal IV tahun ini.

"Sampai saat ini kami mendapatkan masukan bahwa investor Jepang masih memiliki minat dengan garansi JBIC" kata Loto.

Adapun berapa besar nilainya akan mempertimbangkan sisa kebutuhan pembiayaan dari surat berharga negara (SBN) sampai dengan akhir tahun ini serta permintaan investor.

Rekomendasi Untuk Anda

Jika berkaca dari tahun-tahun sebelumnya penerbitan samurai bond sekitar U$ 1 miliar - U$ 1,5 miliar. (*)

BACA JUGA:


Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas