Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Rupiah Melemah, Rasio Defisit Berkurang

Mandiri Sekuritas memperkirakan rupiah akan mengalami penurunan sebagai dampak dari pelemahan rupiah yang berlarut-larut pada tahun ini.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Arif Wicaksono
Editor: Sugiyarto

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Arif Wicaksono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Memburuknya ekonomi dunia akan berimplikasi terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Mandiri Sekuritas memperkirakan rupiah akan mengalami penurunan sebagai dampak dari pelemahan rupiah yang berlarut-larut pada tahun ini

Ekonom senior Mandiri Sekuritas. Aldian Taloputra, mengatakan bahwa rupiah akan menyentuh Rp 9700 pada akhir tahun ini.

Menurutnya, kenaikan itu disebabkan sentimen global dan harga minyak yang terus menaik dalam beberapa waktu belakangan ini.

"Karena lemahnya fundamental Global maka Kita prediksikan akan mencapai 9600 - 9700 sampai dengan akhir tahun,"ujarnya di Jakarta.
 
Ada beberapa faktor yang memengaruhi seperti penurunan harga komoditas dan stimulus fiskal di eropa yang belum meyakinkan investor serta lemahnya fundamental ekonomi dunia. 

Namun, defisit neraca perdagangan indonesia  alias Current account akan berkurang dari 3 persen ke 2.1 persen dari total perdagangan indonesia.

"Membaiknya neraca perdagangan  karena demand masih kuat dan permintaan masih akan membaik sebab daya saing kita masih kuat," jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia mengatakan bahwa beban itu akan menaikan eksport indonesia yang akan menjadi lebih murah dan produktifitas ekspor akan naik seiring dengan import barang modal dan bahan baku yang mendominasi porsi import. 

"Dan dengan defisit masih akan baik karena defisit itu sifatnya produktif dan dapat memperbaiki kualitas barang kita untuk diekspor ke dunia," ujarnya. (*)

BACA JUGA:

Sumber: TribunJakarta
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas