Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Lebih Mudah Bayar Listrik di Timor Leste

struktur pemberian tarif listrik di beberapa negara, masih dibuat susah oleh sistem negara, termasuk di Indonesia.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Sugiyarto

RIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Pengurus Harian YLKI umum, Sudaryatmo menjelaskan, kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) 15 persen, membuat susah penghitungan pembelian tarif terhadap konsumen.

Menurut Sudaryatmo, struktur pemberian tarif listrik di beberapa negara, masih dibuat susah oleh sistem negara, termasuk di Indonesia. Sudaryatmo pun memberi contoh pemberian tarif di Timor Leste paling mudah dan sederhana, pasalnya di Timor Leste, tarif listrik dibagi dua jenis, tarif bisnis (industri) dan residential (rumah tangga).

"Memang kalau dibandingkan struktur pentarifan di beberapa negara, struktur kita rumit. Di Timor Leste cuma ada dua tarif, tarif bisnis dan residential,"ujar Sudaryatmo, di Hotel Ambhara, Jum'at (28/9/2012)

Dalam penjelasannya, Sudaryatmo mengatakan tarif residential (rumah tangga)dibagi dua, kelas rumah tangga menengah atas dan rumah tangga menengah bawah.
Dengan adanya struktur pentarifan seperti ini, Sudaryatmo pun menilai negara masih merugi, oleh karena itu, Sudaryatmo meminta agar struktur pentarifan di revisi terlebih dahulu karena penggolongannya terlalu banyak.

"Di berbagai negara subsidi dilakukan di sektor industri bukan di rumah tangga, kita subsidi untuk rumah tangga. Terus rumah tangga harus diklasifikasi, ada rt sedang menengah,"papar Sudaryatmo. (*)

BACA JUGA:

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas