Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Tiga Tips Memlih Reksadana Jagoan

investor wajib memperhatikan resiko dan returnnya suatu reksadana. Return yang tinggi harus diimbangi dengan resiko yang sesuai.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Arif Wicaksono
Editor: Sugiyarto

laporan Wartawan Tribun Jakarta, Arif Wicaksono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Varian reksadana memang banyak. Namun hanya sedikit yang mampu memberikan imbal hasil yang maksimal serta memberikan manfaat yang maksimal bagi investor. Untuk itu ada beberapa tips untuk memilih reksadana pilihan.

Eldbert Suryajaya, Riset Analis PT. Infovesta Utama, mengatakan bahwa ada beberapa tips yang bisa dijadikan alternatif bagi investor untuk menentukan reksadana yang ingin dibelinya. Ia mengutarakan tiga tips untuk memilih produk reksadana berikut dengan Manajer Investasinya. 

Tips Pertama, adalah investor wajib memperhatikan resiko dan returnnya suatu reksadana. Menurutnya return yang tinggi harus diimbangi dengan resiko yang sesuai.

"Setiap reksadana memiliki returnnya masing-masing maka setiap investor wajib mengetahui besaran profil harga reksadana serta pergerakan reksadana, untuk mengetahui resiko yang akan timbul," ujarnya di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta (06/10/2012). 

Ia mengatakan bahwa return yang tinggi bukan jaminan bahwa reksadana tersebut aman dari penurunan. Justru suatu pergolakan reksadana yang tidak terlalu beresiko bisa dijadikan pilihan bagi investor.

"Jika returnnya besar namun volatilenya besar maka akan memengaruhi return yang bisa diambil investor, namun jika returnya tidak terlalu tinggi dan volatilenya tidak terlalu besar lebih aman untuk dipilih karena pergerakannya masih bagus," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia mencontohkan jika ada dua Reksadana A imbal hasil 16 persen per tahun  dan Reksadana B dengan imbal hasil 15 persen per tahun dengan pergerakan yang lebih rendah yang B maka sebaiknya investor membeli reksadana yang B.

"Jika naik - turunnya banyakan yang A maka sebaiknya beli yang B, toh bedanya tidak terlalu banyak dan resikonya masih lebih sedikit dibandingkan dengan yang A," katanya.

Kedua, Manajer Investasi yang bagus. Manajer investasi menurutnya harus memiliki reputasi yang dan memiliki kinerja  yang bagus. Hal ini dapat dilihat dengan peningkatan Asset Under Management (AUM) beserta unit yang dimilikinya.

"Perhatikan AUMnya dan perhatikan pula jumlah unitnya, apakah selaras dengan pertumbuhan dana kelolaannya, jika AUMnya besar namun unitnya kecil artinya fundamental mereka kurang kuat," katanya.

Ia mengingatkan bahwa kenaikan AUM karena naiknya saham yang dimiliki manajer investasi, sedangkan kinerja suatu manajer investasi dapat dilihat dari jumlah unit yang mendaftarkan kepadanya.

"Jika AUMnya naik namun unitnya sedikit artinya mereka tidak bekerja berdasarkan fundamental kinerja mereka, oleh karena itu mereka memiliki kesempatan untuk turun karena saham yang menentukan," katanya.

Ketiga, pilihlah porfolio reksadana yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan investasi hidup. Hal ini agar reksadana yang diinvestasikan memiliki tujuan akhir yang jelas.

"Setiap porfolio harus sesuai dengan tujuan seseorang mau yang jangka panjang atau yang jangka pendek, kalau masih muda lebih baik pilih reksadana saham, namun jika pendek lebih baik di reksadana tetap," katanya.

"Maunya bagaimana ya investor yang tentukan namun sebaiknya mereka melihat karakteristik reksadana maupun manajer investasi yang mengelola reksadana tersebut," tutupnya. (*)

BACA JUGA:

Sumber: TribunJakarta
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas