Karya Arsitektur Jadi Daya Tarik Wisata
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Pangestu akan mendorong upaya pelestarian
Penulis:
Srihandriatmo Malau
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Pangestu akan mendorong upaya pelestarian bangunan bersejarah. Termasuk menjaga langgam arsitektur tradisional, kearifan lokal dan cara hidup masyarakat di masa lampau.
"Kita akan mengedepankan pendekatan fisik dan nonfisik. Untuk pendekatan fisik misalnya membuat disain yang kontemporer dengan tetap menjaga nilai-nilai tradisional, penggunaan material lokal, perencanaan dan disain. Sementara untuk nonfisik misalnya melalui penciptaan even dan merumuskan kebijakan ruang publik," ungkap Mari Elka, Senin (29/10/2012).
Apalagi menurut Mantan Menteri Perdagangan ini, meningkatnya jumlah kelas menengah khususnya di Indonesia, kebutuhan untuk berwisata, berekreasi, dan menghasilkan suatu karya kreatif telah menjadi sebuah gaya hidup. Melalui perencanaan dan disain yang baik, karya arsitektur dapat mengukuhkan suatu lokasi menjadi daya tarik wisata.
Lanjutnya pula, Kemenparekraf akan mengembangkan 16 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan beberapa zona kreatif. Ide kreatif dari para arsitek diharapkan mampu mengangkat tempat-tempat tersebut menjadi daya tarik wisata yang berdaya saing internasional.
Mari Pangestu menambahkan sesuai dengan visi Kemenparekraf, arsitektur yang menjadi salah satu subsektor dari ekonomi kreatif akan diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup dan memberikan nilai tambah. Untuk mencapai tujuan tersebut ada tiga nilai yang akan dijadikan pedoman.
Pertama, mendukung pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan tetap memperhatikan kondisi sosial dan budaya. Kemenparekraf akan mendukung berkembangnya arsitektur yang memperhatikan kearifan lokal dan budaya.
Kedua, memperhatikan keseimbangan antara lingkungan dan nilai budaya dan sosial sebagai inspirasi bagi insan kreatif. Kemenparekraf akan mendukung pengembangan karya arsitektur yang memperhatikan kondisi alam dan lingkungan di Indonesia misalnya dengan disain yang mampu beradaptasi dengan ancaman banjir dan gempa bumi.
Ketiga, mengedepankan konservasi lingkungan melalui karya arsitektur yang mengembangkan konsep arsitektur hijau (green architect), ramah lingkungan dan efisien.
Baca tanpa iklan