Pengeluaran Warga Pangkalpinang Meningkat
Berdasarkan hasil survei Bank Indonesia wilayah VII periode Oktober 2012, pengeluaran masyarakat Kota Pangkalpinang cenderung meningkat.
Editor:
Dewi Agustina
Laporan Wartawan Bangka Pos, Asmadi
TRIBUNNEWS.COM, BANGKA - Berdasarkan hasil survei Bank Indonesia wilayah VII periode Oktober 2012, pengeluaran masyarakat Kota Pangkalpinang cenderung meningkat.
Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VII Salendra menjelaskan, berdasarkan hasil survei periode Oktober 2012 nomor No.14/ 254 /PSHM/Pg, keyakinan konsumen di Kota Pangkalpinang pada Oktober 2012 mengalami penurunan. Ini terlihat dari nilai Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang turun 7,5 poin dari 136,8 menjadi 129,3 dibandingkan bulan sebelumnya.
Penurunan keyakinan konsumen ini dikarenakan menurunnya Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) dan Indeks Kondisi Ekonomi Saat ini (IKE) yang merupakan komponen pembentuk IKK. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) pada Oktober 2012 turun 1,8 poin dari 125,5 menjadi 123,7 poin.
"Penurunan ini disebabkan menurunnya persepsi konsumen mengenai penghasilan," kata Salendra, melalui rilisnya, kepada Bangka Pos (Tribun Network), Selasa (6/11/2012).
Sementara IEK turun 13,5 poin dari 148,5 menjadi 135 poin. Menurunnya IEK ini dikarenakan penilaian konsumen terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja dan kegiatan usaha untuk enam bulan mendatang dibandingkan saat ini.
"Turunnya IEK juga sejalan dengan perkiraan pengeluaran konsumen untuk 3 bulan mendatang yang menurun terlihat dari nilai indeks turun 12,5 poin menjadi 165," tambah Salendra.
Penilaian konsumen terhadap kenaikan harga barang dan jasa secara umum pada 3 bulan ke depan (bulan Januari 2013), diperkirakan menurun dibandingkan bulan sebelumnya.
"Kondisi tersebut tercermin dari penurunan indeks ekspektasi harga 3 bulan mendatang sebesar 22,5 poin, sehingga indeks menjadi 161 pada Oktober 2012. Penurunan indeks tersebut dipengaruhi penurunan kelompok bahan makanan, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga.
Meski adanya sejumlah penurunan tersebut, konsumsi untuk barang-barang kebutuhan tahan lama justru meningkat dan itu terlihat dari kenaikan nilai indeks sebesar 8 poin menjadi 121 poin.
"Hal itu terlihat pula dengan pengeluaran saat ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya dengan nilai indeks 156,5 atau naik 1,5 poin dari bulan sebelumnya dengan nilai indeks 155," jelasnya.
Salendra mengatakan berdasarkan hasil survei, rata-rata penghasilan rumah tangga responden saat ini sebanyak 53,7 persen digunakan untuk konsumsi 29,7 persen untuk tabungan dan 17,6 persen untuk cicilan pinjaman.
Baca Juga:
Baca tanpa iklan