Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Nikmatnya Bisnis Angkringan

Pesatnya perkembangan angkringan ini tak lepas dari maraknya tawaran waralaba atau kemitraan angkringan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto

TRIBUNNEWS.COM - Usaha angkringan kini semakin banyak ditemukan di kawasan Jabodetabek. Pesatnya perkembangan angkringan ini tak lepas dari maraknya tawaran waralaba atau kemitraan angkringan. Salah satu pengusaha angkringan yang sedang getol menawarkan kemitraan adalah Christian

Triangga Bayu, yang mengusung brand Angkringan Nasi Kucing 78 di Bekasi, Jawa Barat. Bayu mendirikan bisnis angkringan ini pada tahun 2011 dan langsung menawarkan kemitraan.

Dalam waktu singkat, Nasi Kucing 78 sudah berhasil menjaring 60 mitra usaha yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, dan Rangkasbitung.
Sama seperti angkringan lainnya, Nasi Kucing 78 menyediakan aneka menu nasi kucing. Di antaranya, nasi teri, nasi cumi, dan nasi bandeng.

Nasi kucing dijual mulai Rp 2.000 - Rp 4.000 per porsi. Selain itu, juga terdapat aneka gorengan dan minuman. Dalam kemitraan ini, "Kami menawarkan dua paket investasi," kata Bayu.

Pertama, paket dengan investasi Rp 4 juta. Mitra akan mendapatkan satu unit gerobak kayu jati dan segala peralatan dagang. Mitra juga akan mendapatkan pelbagai resep menu makanan dan minuman.

Bayu juga akan memberikan skema pengembangan usaha dan strategi pemasaran untuk mendatangkan pelanggan, termasuk promosi gratis lewat website milik kantor pusat. Target mitra adalah meraup omzet sekitar Rp 700.000 hingga Rp 1,5 juta per hari.

Namun jika mitra tidak agresif memasarkan, omzet bisa turun sekitar Rp 300.000 per hari. "Omzet itu tergantung pada kemauan mitra menjalankan usahanya," kata Bayu. Ia menjanjikan, laba usaha ini sekitar 30% dari omzet.

Rekomendasi Untuk Anda

Kedua, paket senilai Rp 1 juta. Paket ini ditujukan bagi mereka yang berada di Luar Pulau Jawa. Mitra hanya akan mendapatkan resep makanan dan minuman, termasuk skema pengembangan bisnis dan strategi pemasaran. "Untuk gerobak mitra buat sendiri," ujarnya.

Pasalnya, jika gerobak dikirim dari Bekasi, biaya pengiriman bisa lebih mahal dari harga gerobak. Target omzet dan profit juga sama, sekitar
Rp 500.000-Rp 1 juta per hari. (*)

BACA JUGA:

Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas