Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Bisnis Animasi Belum Mendapat Tempat Selayaknya

Bisnis animasi dan kartun anak-anak nampaknya belum terlalu diperhatikan oleh negara Indonesia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Sugiyarto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bisnis animasi dan kartun anak-anak nampaknya belum terlalu diperhatikan oleh negara Indonesia. Karena hal itu, gempuran kartun dari negara tetangga Malaysia terus masuk ke Indonesia.

Direktur Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Armein Firmansyah menjelaskan film kartun Malaysia yang masuk ke Indonesia dijual murah dengan harga berkisar dari 300-400 Dollar AS.

"Film dari Malaysia menawarkan murah 300 dollar sampai 400 dollar AS. Mereka menjual murah karena sudah dijual hampir ke seluruh negara dan Indonesia salah satu negara terakhir,"ujar Armein Firmansyah, Minggu (25/11/2012).

Armein Firmansyah menjelaskan alasan penulis dan produser film animasi anak-anak di Indonesia tak menjual di negara sendiri karena dihargai dengan harga murah."Kenapa orang Indonesia nggak mau menjual di negara sendiri karena murah,"jelas Armein Firmansyah.

Dalam perbandingannya, produser film animasi anak-anak di Indonesia bisa menjual Rp20 juta untuk 24 menit. Sedangkan dari kreator dari luar negeri hanya 400 dollar."Otomatis tv swasta memilih membeli kartun dari luar negeri karena ini bisnis,"ungkap Armein Firmansyah. (*)

BACA JUGA:


Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas