Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Jabar Bidik Wisatawan Cina dan Belanda

Cina menjadi negara bidikan baru untuk destinasi pariwisata Jaba

Editor: Budi Prasetyo

Wisman Ditargetkan Naik 40 Persen pada 2013

TRIBUNNEWS.COM BANDUNG, - Cina menjadi negara bidikan baru untuk destinasi pariwisata Jabar. Mulai tahun depan diharapkan banyak wisatawan asal Cina yang berkunjung ke Jabar, karena Jabar juga memiliki pantai yang indah yang disukai warga Cina.

"Kunjungan wistawan Cina ke Jabar itu kecil sekali. Orang Cina lebih suka berkunjung ke Bali karena mereka senang dengan pantainya. Padahal di Jabar juga punya pantai, seperti Pangandaran sehingga diharapkan mulai tahun depan banyak warga Cina yang berkunjung ke Jabar," ujar Ketua Badan Promosi Pariwisata Jabar, Cecep Rukmana dalam  rapat sosialisasi program kerja Badan Promosi Pariwisata Jabar 2013 di Grand Royal Panghegar Bandung, Senin (10/12) sore.

Cecep menyebutkan, masyarakat Cina sebenarnya punya agenda wisata setiap tahunnya. Setiap kali musim libur mereka menyempatkan diri untuk berwisata, dengan tujuan rata-rata ke pantai. "Ini kesempatan bagi Jabar untuk promosi di Cina," katanya.

Selain Cina, kata Cecep, Malaysia dan Singapura akan tetap menjadi bidikan Jabar soal pariwisata. Sebab kedua negara itu memiliki penerbangan langsung ke Jabarmelalui Bandara Husein Sastranegara di Bandung. Sementara untuk negara Eropa, Belanda yang akan dibidik terlebih dulu.

"Mengapa Belanda, karena di Jabar ini banyak sejarah yang berkaitan dengan Belanda. Tentu banyak warga Belanda yang penasaran dengan kisah nenek moyangnya di Jabar," timpal Wakil Ketua Badan Promosi Pariwisata Jabar, Herman Muchtar.

Rekomendasi Untuk Anda

Terkait kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jabar, Cecep menyebutkan jumlahnya tak kurang dari 500.000 per tahun. Dia pun menargetkan jumlah kunjungan wisman ke Jabar pada 2013 naik 40 persen atau menjadi 700.000.

Sebagian besar wisman berasa dari Malaysia dengan angka mencapai 400.000 per tahun. Posisi kedua adalah Singapura, dan sisanya dari berbagai negara.

Sementara untuk wisatawan domestik jumlah kunjungan ke Jabar mencapai 24 juta per tahun. Cecep berharap pada tahun depan jumlahnya meningkat, minimal 10 persen.

Untuk promosi, Herman mengatakan pihaknya akan lebih gencar lagi melakukan promosi pariwisata Jabar ke sejumlah negara dan kota potensial di Indonesia. Satu di antaranya adalah mengikuti beragam pameran berkaitan dengan pariwisata, membagikan lembar promosi seperti booklet dan sebagainya.

Sementara untuk wisatawan Malaysia, Badan Promosi Pariwisata Jabar telah mendirikan kantor perwakilan. Diharapkan, 5 persen wisatawan yang datang ke Malaysia mau berkunjung pula ke Jabar. "Jadi mendirikan kantor perwakilan di Malaysia itu bukan berarti memancing warga Malaysia ke Jabar, tapi turis asing yang ke Malaysia itu juga harus mau berkunjung ke Jabar," ujarnya. (roh)

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas