2014 BI Terbitkan Mata Uang Redenominasi
BI mulai ambil ancang-ancang untuk menerapkan redenominasi mata uang rupiah. Tahun 2014 sudah menerbitkan uang pecahan redenominasi.
Tayang:
Editor:
Sugiyarto
Laporan wartawan Tribun Jambi, Deddy Rachmawan
TRIBUNNEWS.COM, JAMBI – Bank Indonesia mulai ambil ancang-ancang untuk menerapkan redenominasi mata uang rupiah. Salah satu road maptersebut adalah menerbitkan uang pecahan redenominasi pada tahun 2014.
Penerbitan uang ini sekaligus sebagai bagian tahapan dari upaya sosialisasi sebelum redenominasi diterapkan secara menyeluruh. Tahapan tersebut dibeberkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi, Marlison Hakim pada acara Pertemuan Tahunan Perbankan Provinsi Jambi tahun 20121, Selasa (11/12).
“BI akan menerbitkan dua mata uang, yang lama dan yang baru pada 2014,” ujarnya sebelum mengakhiri pemaparannya dihadapan pimpinan bank se-Provinsi Jambi.
Mengutip Kompas, beberapa waktu lalu Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia (BI) Difi Ahmad Johansyah menyatakan, dalam program redenominasi mata uang rupiah, lembaga yang terlibat memiliki tugas masing-masing. Meski demikian, semuanya tergabung dalam tim nasional di bawah Wakil Presiden (Wapres) Boediono. Untuk BI, tugasnya menyediakan uang yang dibutuhkan dalam masa transisi.
Pada masa transisi akan ada dua jenis mata uang, yakni pecahan lama dan pecahan baru pascaredenominasi. Namun, kedua pecahan tersebut memiliki nilai sama sesuai kegunaannya.
Sebagai contoh, pecahan Rp 20.000 sebelum redenominasi dan Rp 20 setelah redenominasi bernilai sama. Namun, masih ada keperluan yang berbeda pada dua mata uang itu. Selama masa transisi, kedua mata uang tersebut disediakan, yang secara bertahap mata uang sebelum redenominasi akan ditarik dari peredaran.
Ia merinci tahapan menuju penyederhanaan nilai mata uang tersebut. Tahun depan, BI menargetkan untuk menggolkan Undang-Undang Redenominasi. Kata dia, BI berharap rancangan undang-undang yang sudah masuk ke DPR itu akan jadi prioritas.
Selanjutnya Marlison menyampaikan, pada 2014-2018 adalah masa transisi. Baru pada 2019 akan dipakai mata uang baru. Ia meluruskan, bahwa redenominasi adalah penyederhanaan mata uang dengan mengurangi digit (angka 0) tanpa mengurangi nilainya. (wan)
BACA JUGA:
Berita Populer