Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Anggaran BBM Bisa Bangun Jembatan Selat Sunda

Anggaran BBM bersubsidi pada tahun 2012 melonjak sampai Rp 165 triliun. Hal itu terjadi karena kuota BBM bersubsidi jebol dua kali selama tahun 2012.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Sugiyarto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggaran BBM bersubsidi pada tahun 2012 melonjak sampai Rp 165 triliun. Hal itu terjadi karena kuota BBM bersubsidi jebol dua kali selama tahun 2012.

Wakil Ketua Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa mengungkapkan kalau anggaran sebesar itu, bisa digunakan untuk membangun Jembatan Selat Sunda yang saat ini sedang membutuhkan bantuan dari pihak swasta dan pihak asing.

"Anggaran itu bisa membangun jembatan Selat Sunda atau infrastruktur lainnya di setiap daerah di Indonesia yang pasti lebih bermanfaat bagi masyarakat,"ujar Fanshurullah Asa, di seminar Tata Kelola Industri Hilir Minyak dan Gas Bumi di masa depan, Rabu (19/12/2012).

Fanshurullah Asa pun mempertanyakan apa yang akan terjadi jika program subsidi BBM tidak tepat sasaran. Pasalnya akan ada banyak oknum yang akan mempermainkan jatah BBM bersubsidi tersebut.

"Fakta membuktikan hal itu BBM bersubsidi kerap bocor di tengah jalan. Penyelewangan seperti ini sudah terjadi secara sistemik,"papar Fanshurullah Asa yang akrab dipanggil Ifan

Karena banyak kejadian seperti itu, menurut Ifan, BPH Migas sudah menginstruksikan kepada Pertamina, agar segera merealisasi pemasangan IT sampai ke nozle SPBU untuk pengendalian BBM subsidi. Hal itu sesuai amanah Pepres 15 tahun 2012 bahwa titik searah itu di penyalur (SPBU, SPBN, APMS) bukan di depo lagi.

"Apalagi dari kuota BBM 2012 yang mencapai 45,24 juta kiloiter, sekitar 99 persen diberikan kepada Pertamina,"ungkap Fanshurullah Asa. (*)

Rekomendasi Untuk Anda

BACA JUGA:


Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas