PTPN X Mulai Produksi Bioetanol Oktober 2013
Langkah PTPN X menjalankan program diversifikasi produk dengan penggarapan produk turunan
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Langkah PTPN X menjalankan program diversifikasi produk dengan penggarapan produk turunan tebu diharapkan bisa memberi kontribusi cukup besar dalam pengumpulan laba. Industri bioetanol dan co-generation atau pembangkit listrik diyakini bisa memberi kontribusi besar laba PTPN X di tahun 2013 dan berikutnya.
Direktur Utama PT PN X, Subiyono menyatakan diversifikasi di beberapa pabrik gula (PG) dijalankan setelah PG bersangkutan telah optimal menjalankan produksi. Di bidang industri bioetanol, PG Gempolkrep (Mojokerto) akan merampungkan pembangunan pabrik bioetanol pada 2013 yang akan menghasilkan fuel grade ethanol 99 persen yang sangat ramah lingkungan.
Pabrik bioetanol yang berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektar di kompleks PG Gempolkrep Mojokerto itu berkapasitas produksi 100 kiloliter per hari. Pabrik itu menelan investasi Rp 467,79 miliar di mana Rp 313,79 miliar di antaranya berasal dari dana PTPN X dan sisanya hibah dari Jepang.
Direktur Keuangan Dolly P. Pulungan memaparkan, industri bioetanol di PG Gempolkrep Mojokerto ditaregetkan sudah mulai beroperasi di bulan Oktober 2013. “Kapasitas setahun sekitar 30 juta liter, tapi karena tahun ini produksi baru bulan Oktober berati hanya sekitar 10-12 juta liter yang dihasilkan,” ungkap Pulungan.
Produksi Bioetanol ini nantinya akan memberi kontribusi besar bagi pendapatan perusahaan. “Jika dihitung kontribusi dari bioetanol segitu saja sudah mencapai 40 persen, itu sudah sangat tinggi,” tambah Pulungan. Di pasaran, produk bioetanol bisa dijual dengan harga Rp 9.000 per liter.
Baca juga:
- PTPN X Segera Bangun Listrik Biofuel
- Citilink Tambah Rute Batam Padang Rp 258 Ribu
- Revitalisasi RPH Untuk Pemenuhan Daging Sapi di Jabar
- Kenaikan TDL Bebani Perhotelan