25 Persen Anggaran PNPM Untuk Simpan Pinjam
Nilai kredit macet yang kurang dua persen dalam program simpan pinjam, mendorong Menkokesra
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai kredit macet yang kurang dua persen dalam program simpan pinjam, mendorong Menkokesra Agung Laksono meminta peningkatan anggaran untuk simpan pinjam perempuan menjadi 25 persen dari keseluruhan dana PNPM Mandiri.
"Tiap tahun PNPM Mandiri Rp 10 triliun hingga Rp 15 triliun, dananya bisa digulirkan untuk simpan pinjam untuk perempuan. Karena kenyataannya kredit macetnya kurang dari dua persen. Kalau bapak-bapak bisa di atas 10 persen," kata Agung Laksono di Jakarta.
Untuk program yang dimaksudkan untuk peningkatan kesejahteraan ibu-ibu ini sehingga mampu menekan angka kemiskinan, Agung juga meminta Kementerian Dalam Negeri juga meningkatkan prosentasenya dari 20 persen menjadi 30 persen.
Politisi Partai Golkar ini juga akan mendorong terus program kemitraan dijalankan. Ia mencontohkan ada satunya yayasan di Jateng hobi bantu orang miskin bantu sembakoi, buat jalan tembus juga program CSR.
"Nilai program CSR dan zakat kalau efektif akan diperoleh angka masing-masing Rp 200 triliun, Kalau rata-rata anggaran pemerintah hanya Rp 60 triliun menyebabkan anggaran pemerintah menjadi kecil smentara masyakat akan menjadi besar. Masalahnya pengelolaan direktif, pengolahan dan mapping," katanya.
Baca juga:
- ICB Bumiputera Targetkan Kredit UKM Naik 100 Persen
- 5 Juta Kartu Kredit Bakal Ditutup
- Asuransi Bumi Asih 6.000 PNS Batam Diputus
- Bank Jambi Belum Dikenal Masyarakat Luas
Baca tanpa iklan