Layanan Online Trading Semakin Dibutuhkan
Kebutuhan akan produk syariah semakin meningkat dan sejalan dengan berkembangnya pasar modal
Penulis:
Arif Wicaksono
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kebutuhan akan produk syariah semakin meningkat dan sejalan dengan berkembangnya pasar modal syariah di Indonesia. Bahkan hingga tahun 2013 ada sekira 302 saham yang berbasis syariah yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).
Sebanyak 302 emiten ini memiliki nilai transaksi yang mencapai Rp3,1 triliun. Jumlah ini mencapai 70 persen dari transaksi BEI yang mencapai 5 triliun.
Hal ini dikatakan oleh Direktur Pengembangan BEI Frederica Widyasari Dewi mengatakan layanan ini sudah maksmal sehingga sudah selayaknya layanan Online Trading akan dikembangkan.
"BEI mendukung dengan adanya layanan ini, apalagi jumlah sahamnya saat ini sudah ada 302 yang tercatat di ISSI, kapitalisasi marketnya 70 persen dari jumlah keseluruhan di BEI," katanya dalam launching online trading Mandiri Sekuritas di Hotel Le Meridien Jakarta, Rabu (16/1/2013).
Layanan Online trading akan meningkatkan investor yang tertarik masuk kepasar syariah. Dengan edukasi yang baik serta fasilitas tambahan yang ada, maka investor syariah akan semakin tumbuh.
"Saat ini porsi saham syariah memang sudah besar, ke depannya akan banyak emiten ingin jadi emiten syariah, saat ini kan tradingnya sudah syariah, layanannya syariah maka diharapkan bank kustodiannya segera ada yang syariah," tambahnya.