Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Industri Batu Bara Kotor Karena Pelakunya Tak Profesional

Industri pertambangan sampai saat ini dinilai sebagai industri yang kotor.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Industri pertambangan sampai saat ini dinilai sebagai industri yang kotor. Pasalnya selain dikuasai oleh orang-orang kaya, industri pertambangan juga merusak lingkungan dan tidak menguntungkan negara.

Ketua Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Achmad Ardianto menjelaskan kalau Industri pertambangan punya peran sangat penting keputusan kebijakan dan mengedukasi masyarakat. Ia menilai kalau industri lainnya seperti industri susu bisa menjadi kotor tergantung dari para pelaku industri tersebut.

"Industri susu yang katanya ramah lingkungan juga mempunyai potensi negatif kalau dalam pelaksanaannya pelaku bisnisnya tidak baik," ujar Achmad Ardianto, Senin (28/1/2013).

Ketua Bidang ESDM PT Aneka Tambang itu mengakui kalau industri pertambangan menjadi kotor akibat para pelaku yang tidak profesional. Ia pun menilai kalau industri properti juga menjadi kotor akibat banyak 'pemain' yang tak bertanggung jawab.

"Secara profesional industri pertambangan itu tidak salah, bisa terjadi kesalahan di lapangan. Tapi bisa juga di industri properti, apa tidak ada yang penipu?" ungkap Achmad Ardianto.

Oleh karena itu dengan adanya Perhapi, mereka ingin menjaga kestabilan negara dan industri pertambangan agar sejalan. Pasalnya banyak pihak dari industri pertambangan yang mengaku punya banyak cadangan tapi pada kenyataannya tidak.

"Mineral dan Batubara suatu saat akan habis, kita punya tanggung jawab untuk batubara agar digunakan secara maksimum. Kita harus tahu cadangan yang kita miliki, jangan tertipu kita punya nikel yang banyak, bauksit yang banyak," jelas Achmad Ardianto.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas