Pengusaha Naikkan Harga 5 %
Para pengusaha terpaksa menaikkan harga produk sekitar 5 %pascakenaikan tarif dasar listrik (TDL) sekitar 4 % sejak awal Januari lalu
Editor:
Budi Prasetyo
TRIBUNNEWS.COM SEMARANG, - Para pengusaha terpaksa menaikkan harga produk sekitar 5 %pascakenaikan tarif dasar listrik (TDL) sekitar 4 % sejak awal Januari lalu. Kenaikan itu harus dilakukan untuk mengimbangi biaya produksi yang semakin tinggi.
"Yang naik antara lain di bidang memakai tenaga listrik tekstil, garmen, baja, industri kaca, plastik," kata wakil ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Apindo Jawa Tengah Frans Kongi, Minggu (3/3/2013).
Ia mengatakan, bahwa kenaikan itu sesuatu yang wajar agar dunia industri tetap bertahan hidup. Apalagi kenaikan TDL berbarengan dengan kenaikan upah minium pekerja dan pengurangan kuota BBM bersubidi.
Frans berharap agar pemerintah memperingan biaya produksi dalam bentuk lain. Ia mencontohkan mungkin bisa memperingan dalam sektor perpajakan atau terkait dengan penurunan pungutan di beberapa sektor semisal di pelabuhan.
Humas PLN Distribusi Jateng-DIY Supriyono menambahkan, kenaikan TDL tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan PLN di areanya. Di Jateng-DIY, dari 8,5 juta pelanggan sekitar 88 %-nya tidak mengalami kenaikan. Jumlah industri yang berlangganan PLN hanya 0,3 persennya.
Untuk pemasukkan sekitar Rp 1 Triliun perbulan, jika dihitung maka 88%nya akan masih sama dari segi pendapatan. Untuk kenaikan hanya sekitar Rp 8 Miliar karena hanya beberapa persen saja dari total pendapatan perbulan.
"Meskipun pendapatan naik, tapi subsidi juga turun. Karena itu tidak berpengaruh signifikan," katanya. (bbb)