Kalau Ada Tersangka, Saham BJB Berpotensi Terjun Bebas
saham bank bjb bisa melemah jika sudah ada penetapan tersangka dalam dugaan kasus tersebut.
Editor:
Budi Prasetyo
TRIBUNNEWS.COM BANDUNG, - Pengamat perbankan Universitas Padjadjaran, Aldrin Herwany, berpandangan, nilai kredit yang dikucurkan PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten atau bank bjb, yang dugaannya terdapat unsur pembobolan, yaitu Koperasi Bina Usaha (KBU) senilai Rp 38,7 miliar dan kredit di Surabaya, yang isunya juga ada kejanggalan, sekitar Rp 100 miliar, masih tergolong tidak terlalu besar. Hal itu membuat nilai saham dan kinerja Akan tetapi alur ceritanya dapat berbeda jika nilai kreditnya besar.
"Apabila, jika nilainya besar kisahnya bisa lain lagi. Misalnya kalau kreditnya melebihi Rp 500 miliar, atau bahkan Rp 1 triliun, tidak tertutup kemungkinan berefek negatif pada nilai sahamnya," kata Aldrin di tempat kerjanya, Jalan Cimandiri Bandung, Jumat (8/3/2013).
Menurutnya, ada hal lain yang dapat memengaruhi nilai saham bank bjb berkaitan dengan dugaan pembobolan tersebut. Aldrin berpendapat, saham bank bjb bisa melemah jika sudah ada penetapan tersangka dalam dugaan kasus tersebut. "Apakah tersangkanya pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar atau internal bank bjb, terutama mereka yang menempati jabatan strategis, nilai saham bank bjb dapat turun drastis," imbuh Aldrin.
Penyebabnya, kata dia, kondisi tersebut dapat mengurangi tingkat kepercayaan nasabah kepada bank BPD terbesar tersebut. "Bank itu lembaga keuangan yang harus menjaga citra dan kepercayaan publik. Seandainya tingkat kepercayaan turun, efeknya pada kinerja dan performa menjadi negatif," urai Aldrin. (*)