Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pemerintah akan Optimalkan Perdagangan Dalam Negeri

Pemerintah, melalui Kementerian Perdagangan akan mengoptimalkan perdagangan dalam negeri

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Agustina Rasyida

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah, melalui Kementerian Perdagangan akan mengoptimalkan perdagangan dalam negeri.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Perdagangan, Gita Wiryawan. Gita mengatakan optimalisasi perdagangan dalam negeri untuk mengantisipasi neraca perdagangan Indonesia yang masih defisit sampai saat ini.

"Tahun ini kami mencanangkan sebagai tahun perdagangan dalam negeri. Semua pemangku kebijakan akan difokuskan ke perdagangan dalam negeri," ujar Gita dalam Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (14/3/2013).

Langkah optimalisasi tersebut dengan cara menstabilkan harga. Khususnya bahan makanan yang selama ini dikonsumsi oleh masyarakat dalam negeri.

Hal ini dilakukan mengingat pertumbuhan ekonomi masih didominasi oleh sektor konsumsi. Pemerintah juga akan memetakan sentra-sentra bahan makanan yang masih memiliki harga tinggi. Dengan demikian, perdagangan dalam negeri diharapkan masih memiliki potensi besar untuk tumbuh.

"Pendapatan domestik bruto (PDB) kita selama ini sebesar Rp 9 ribu triliun, sektor konsumsi kita yang mencapai 55-60 persen. Itu yang kita konsumsi di 33 provinsi yang ada di seluruh Indonesia. Berarti potensinya besar," lanjut Gita.

Ia juga meminta agar seluruh pejabat di Kementerian Perdagangan memaksimalkan atau fokus kepada perdagangan non migas. Pasalnya sektor tersebut yang selama ini menopang perekonomian dalam negeri.

Rekomendasi Untuk Anda

Diketahui bahwa, neraca perdagangan Januari 2013 mengalami defisit 171 juta dollar AS. Untuk defisit migas mencapai 1,4 miliar dollar AS dan surplus neraca non migas 1,2 miliar dollar AS.

"Kalau bisa surplus migas ya Alhamdulillah. Tetapi kan banyak faktor yang mempengaruhinya, apalagi neraca perdagangan kita masih defisit karena impor migasnya masih tinggi. Tapi ini memang untuk memutar roda perekonomian," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas