Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Hiswana Migas Tetap Dukung Dua Harga Premium

Himpuanan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) tetap mendukung penuh kinerja pemerintah membagi dua

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Dewi Agustina

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Himpuanan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) tetap mendukung penuh kinerja pemerintah membagi dua harga premium. Hiswana Migas menegaskan tak pernah mundur dari tugas yang diberikan pemerintah.

Ketua Hiswana Migas Eri Purnomohadi menjelaskan, beberapa hari lalu ada oknum yang mengaku anggota Hiswana Migas keberatan dengan opsi membagi dua harga premium. Eri membantah pihaknya tidak setuju melaksanakan opsi pengendalian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dengan dua harga.

"Hiswana migas mendukung sepenuhnya kebijakan pengurangan subsidi bagi yang mampu," ujar Eri, Minggu (28/4/2013).

Eri menjelaskan oknum yang bernama Syarief Hidayat sudah dikeluarkan dari Hiswana Migas. Pasalnya Syarief melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah tangga (AD/ART) dan rapat keputusan Hiswana Migas. Selain itu penyataan tidak setuju tersebut merupakan pernyataan palsu.

"Jadi itu oknum Hiswana migas yang mengatasnamakan, itu palsu, jadi nggak usah diperdebatkan lagi, yang jelas kita satu suara, kita organisasi satu profesi, tapi ada yang berbeda silahkan," jelas Eri.

Eri menjelaskan pihaknya tetap mendukung rencana pemerintah selama masyarakat menerima kebijakan dua harga BBM bersubsidi tersebut. Saat ini Hiswana Migas sedang mempersiapkan pembangunan dua jenis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk membantu kinerja pemerintah.

"Rencana yang akan disampaikan pemerintah, pada prinsispnya sepanjang kebijakan itu bisa diterima masyarakat," ungkap Eri.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelumnya diberitakan Tribunnews.com, Syarief Hidayat, orang yang mengaku Wakil Sekretaris DPD 3 Hiswana Migas mengatakan pihaknya menghendaki pemerintah memberlakukan harga tunggal atau single price.

"Secara tegas kami tidak menyetujui kebijakan dua harga ini karena bagi kami para pengusaha, tidak ada kepastian apakah menguntungkan yang Rp 4.500 atau yang Rp 6.500," ujar Syarief di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (27/4/2013)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas