Impor Daging Sapi Beku untuk Amankan Stok Pasar Becek
Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan, mengatakan kebijakan impor daging sapi beku dilakukan untuk mengamankan
Penulis:
Arif Wicaksono
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan, mengatakan kebijakan impor daging sapi beku dilakukan untuk mengamankan ketersediaan stok daging sapi di pasar becek.
Kebijakan ini dilakukan agar pasar becek (tradisional,red) tidak kehilangan pasokan karena ketersediaanya tidak diambil oleh industri hotel, restoran dan katering (Horeka).
"Jadi kebijakan ini memang akan memangkas perilaku Horeka karena minimnya ketersediaan daging sapi impor beku, memang ini strategi kita untuk menekan inflasi dalam beberapa bulan ke depan," katanya di Jakarta, Sabtu (18/05/2013).
Pernyataan Gita sekaligus memangkas kekhawatiran atas kebijakan Kemendag karena ketersediaan daging sapi beku yang tidak dapat diserap masyarakat. Dalam regulasi impor daging, daging yang boleh dijual kepada masyarakat hanyalah sapi bakalan.
Alhasil dengan keputusan tersebut ketersediaan sapi daging bakalan tidak akan menerima tambahan kuota impor daging yang sudah dipersiapkan oleh Menteri Kordinator Perekonomian, Hatta Rajasa.
"Sapi bakalan tidak ada tambahan kuota dan memang kita targetkan ada tambahan sapi melalui kuota impor untuk daging sapi beku," katanya.
Seperti diketahui, Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso, mengatakan, pemerintah akan merevisi regulasi berkaitan dengan impor produk hewan. Selama ini, daging sapi beku impor hanya diperbolehkan dijual ke horeka. Adapun daging untuk pasar umum berasal dari daging sapi bakalan impor.
Sutarto mengharapkan izin impor daging sudah dikantongi pada Juni sehingga dapat merealisasikan impor dan menggelontor pasar menjelang Lebaran. Dia menambahkan penugasan ini tak menggunakan dana APBN, tetapi menggunakan dana kredit Bulog.
"Kita masih tunggu penjelasannya, namun ya sebagian menggunakan dana kredit bulog, bulog untung sedikit tetapi tidak rugi," katanya.