Pertamina Siap Pasang RFID di 276 SPBU
Untuk mengendalikan konsumsi BBM bersubsidi, PT Pertamina (Persero) telah menyiapkan alat pengawasan yang dinamakan RFID
Penulis:
Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor:
Sanusi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Untuk mengendalikan konsumsi BBM bersubsidi, PT Pertamina (Persero) telah menyiapkan alat pengawasan yang dinamakan Radio Frequency Identification (RFID).
Alat tersebut akan memakai teknologi terbaru yang telah dikembangkan untuk memantau jumlah konsumsi BBM bersubsidi per harinya untuk setiap mobil.
Hanung Budya, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, mengatakan mulaiJuli RFID sudah mulai efektif dioperasikan.
"Kendaraan dinas sudah dipasangkan RFID dan sejumlah SPBU juga demikian. Ada 276 SPBU yang dipasang RFID," ujar Hanung, Minggu (19/5/2013).
Dalam pelaksanaannya, RFID akan melakukan monitoring secara onilne dan realitme laju distribusi dari SPBU. Dari monitoring tersebut tren konsumsi yang tercatat pada smart card di kendaraan bermotor roda empat.
Hanung menambahkan, sistem RFID tersebut berupa cincin lingkaran yang dipasang pada nozzel dan tangki kendaraan roda empat. Untuk memasangkan RFID pada kendaraan roda empat menurut dia hanya membutuhkan waktu tiga sampai empat menit.
Pemasangan RFID ini tidak begitu menyulitkan ketika di lapangan. Hanung menuturkan program ini hanya sebatas proses monitoring yang bertumpu pada tren konsumsi BBM subsidi. "RFID bentuk cincin yang tersimpan di nozzel dan tangki roda empat menyimpan ketersediaan data kendaraan," jelas Hanung.