Investasi Singapura Capai 4,9 M Dolar
Singapura mengerjakan 793 proyek di Indonesia dengan sektor beragam properti, telekomunikasi, transportasi, industri
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Singapura merupakan negara investor terbesar di Indonesia. "Negaranya memang kecil. Tapi, di Singapura, terdapat lima ribu perusahaan raksasa internasional yang berkantor pusat di negara itu," kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Andri Hadi, di sela-sela pertemuan antara pengusaha Singapura dan Jabar di Hotel Padma, Jalan Kiputih Bandung, akhir pekan lalu.
Andri mengatakan, sejak lima tahun terakhir, total investasi Singapura mencapai 4,9 miliar dolar Amerika Serikat (AS). "Singapura mengerjakan 793 proyek di Indonesia dengan sektor beragam properti, telekomunikasi, transportasi, industri makanan, hotel, dan restoran," kata Andri.
Sedangkan di Jabar, investasi Singapura tahun lalu, mencapai 336 juta dolar AS. Menurutnya, Jabar, sebagai provinsi termaju harus lebih mempromosikan potensinya supaya Singapura meningkatkan investasinya. Karena itu perlu adanya berbagai pertemuan antarpengusaha Jabar dan Singapura guna berbagi informasi tentang kemampuan dan potensi masing-masing.
Selain investasi, tambahnya, Singapura pun merupakan target pariwisata yang potensial. Tahun lalu, wisatawan Singapura yang ke Indonesia mencapai 1,2 juta orang.
"Jabar semestinya bisa memanfaatkan peluang itu. Apalagi, saat ini, antara Jabar sudah terkoneksi dengan adanya rute penerbangan Bandung-Singapura," katanya.
Ketua Komite Tetap Perdagangan Luar Negeri Kadin Jabar, Yusuv Sukhyar, mengatakan, pihaknya siap bekerja sama dengan Indonesia Business Centre (IBC) di Singapura agar perluasan pasar dan peningkatan investasi Jabar-Singapura lebih meningkat.
Sementara itu, Chairman Board of Advisors IBC, Setyadi Ongkowidjaja, menyatakan, pihaknya siap menjadi mitra para pelaku usaha Jabar dalam meningkatkan sinergitas dengan Singapura. Sinergitas itu juga terkait pengadaaan database pertumbuhan dan potensi ekonomi Jabar dan informasi peluang investasi, termasuk kendalanya.
"Para pengusaha Singapura perlu partner bisnis. Mereka membutuhkan pemahaman tentang Indonesia, termasuk Jabar, yang lebih mendalam. Kami harap, pertemuan ini dapat menjadi titik awal peningkatan kerja sama dengan Singapura," kata Setyadi. (win)