Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
Live
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Kemendag Diminta Buka Keran Impor Gula di Perbatasan

Apegti mendorong Kemendag, segera memberikan izin impor khusus gula kristal putih untuk kawasan perbatasan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Asosiasi Pengusaha Gula dan Terigu Indonesia (Apegti) mendorong Kementerian Perdagangan, segera memberikan izin impor khusus gula kristal putih untuk kawasan perbatasan Kalimantan Barat. Ini perlu dilakukan karena disparitas harga gula dari Jawa dan gula Malaysia sangat tinggi.

Natsir Mansyur, Ketua Asosiasi Pengusaha dan Terigu Indonesia, menjelaskan perbedaan harga gula sangat tinggi, karena ongkos angkut dari Jawa ke perbatasan mahal.

"Dari Jawa ke Pelabuhan Pontianak, perlu ongkos kirim Rp 1.000 per kilogram menggunakan kapal. Dari Pelabuhan Pontianak ke wilayah perbatasan, perlu ongkos angkut Rp 1.000 per kilogram," kata Natsir, Selasa (21/5/2013).

Natsir menjelaskan, harga gula di Jakarta sekitar Rp 13.000 per kilogram dan setelah sampai perbatasan naik menjadi Rp 15.000 per kilogram karena ada penambahan biaya transportasi sebesar Rp 2.000 per kilogram.

"Padahal, harga gula dari Malaysia hanya Rp 9.500 hingga Rp 10.000 per kilogram. Selisih Rp 5.000 per kilogram itu menyebabkan gula ilegal asal Malaysia marak beredar di Kalbar," kata Natsir.(Agustinus Handoko/Kompas.com)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas