Konsep Kerjasama Indonesia - UE Triangle Coorporation
Konsep kerjasama Indonesia dan Uni Eropa (UE) adalah triangle coorporation atau kerjasama segitiga.
Penulis:
Agustina Rasyida
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Konsep kerjasama Indonesia dan Uni Eropa (UE) adalah triangle coorporation atau kerjasama segitiga.
Wismana Adi Brata, Deputi Bidang Pembiayaan Pembangunan Bappenas mengatakan, pada 2012 UE mengucurkan dana ke Indonesia sebesar 300 juta euro.
Dana tersebut akan disalurkan ke berbagai sektor, sektor pendidikan 115 juta euro; kerjasama ekonomi, perdagangan, dan investasi 32 juta euro; lingkungan hidup dan perubahan iklim 88 juta euro; tata kelola yang baik 18 juta euro; kesehatan, air, dan sanitasi 45 juta euro, dan kesiapsiagaan bencana dan pencegahan konflik enam juta euro. Dana tersebut akan digunakan sampai tahun 2014.
"Indonesia sebagai middle income country tidak hanya menerima dana itu saja, tetapi juga mulai sharing dalam bentuk pengalaman kita membangun, seperti di area demokrasi lingkungan," ujar Wismana dalam acara "Laporan Tahunan Blue Book 2013", Selasa (21/5/2013), di Jakarta.
Bentuk kerjasama kedua belah pihak tersebut akan berkonsep triangle cooperation. Hal ini juga sudah disinggung oleh Julian Wilson, Duta Besar UE.
Wismana mencontohkan dalam bidang pendidikan. Karena selama ini, UE telah membantu di bidang pendidikan dasar. Namun bantuan yang diberikan bukan hanya kucuran dana, tetapi juga pengalaman. Selain itu triangle coorporation bisa diterapkan di bidang investasi dan capacity building.
"Intinya adalah sebagai ujung dari bentuk kebijakan. Kemudian bisa digunakan macam-macam, ini yang harus di-eksplore lagi apakah ini kebijakan atau hanya sebatas kerjasama, termasuk konsultasi dengan stakeholder dan menkeu," tutur Wismana.
Meski demikian, pihaknya menghindari middle income trap dalam kerjasama tersebut. Menurutnya, pertumbuhan Indonesia bisa lebih tinggi lagi, salah satunya melalui treasury education.
"Kita harus memikirkan sesuatu untuk menuju treasury itu. Inilah yang sedang kita bicarakan dengan UE. Selain pendidikan program yg akan dibahas EU, ada pula budaya, dan kemiskinan."