Pemerintah Bantah Pro Freeport
Pemerintah melalui Kementerian ESDM membantah membela PT Freeport dalam kasus runtuhnya tambang di Big Gossan
Penulis:
Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian ESDM membantah membela PT Freeport dalam kasus runtuhnya tambang di Big Gossan, Timika. Menteri ESDM Jero Wacik menegaskan kalau dirinya pro kepada rakyat.
"Sekarang ada yg mengatakan, Pemerintah kok kayaknya pro sama Freeport. Tidak!," ujar Jero Wacik di kantornya, Rabu (22/5/2013).
Jero Wacik membuktikan pihaknya pro rakyat pada saat ia mengirimkan para pejabatnya memantau dan mengevakuasi para korban di Big Gossan. "Jadi saya pro rakyat, kita amankan karyawan yang kita evakuasi," ungkap Jero Wacik
Jero juga menjelaskan kalau kasus ambruknya tambang Freeport di Papua, berbeda dengan di Cile. Kalau yang di Cile, pegawai terperangkap di tengah gua, sedangkan di Timika, tambangnya runtuh menimpa 30 pekerja. "Kalau yang Freeport gua nya ambruk. Jadi ketimpa semuanya," jelas Jero Wacik.
Sebelumnya diberitakan Tribunnews.com, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimmin Iskandar dan Menteri ESDM Jero Wacik ditolak mendatangi tambang Freeport di Timika. Padahal tujuan kedatangan para pejabat negara ini adalah untuk melakukan investigasi terkait kecelakaan di ruang pelatihan area tambang Big Gossan di Freeport, Papua yang menyebabkan puluhan pekerja meninggal.
Sampai saat ini diketahui korban yang meninggal di tambang Freeport mencapai 28 pekerja.