Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Dengan 2 Sistem Pengendalian, Kuota BBM Tetap Jebol

Dengan memakai dua sistem pengawasan, Sistem Monitoring Pengendalian (SMP) dan Radio Frequency Identification,

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dengan memakai dua sistem pengawasan, Sistem Monitoring Pengendalian (SMP) dan Radio Frequency Identification, kuota BBM bersubsidi tetap akan jebol di akhir tahun 2013.

Kepala Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Someng menegaskan meski jebol dari yang dijatahi sebesar 46 juta kiloliter, tapi memperkecil penambahan kuota. Andy memprediksikan kuota jebol sebesar 1,72 juta kiloliter atau menjadi 47,72 juta kiloliter hingga akhir tahun.

"Jika ada SMP dengan mekanisme penyaluran kepada yang berhak hanya 47,72 kl," ujar Andy Noorsaman Someng, Kamis (23/5/2013).

Secara perhitungan bisnis, BPH Migas menargetkan kuota bisa tembus 48,87 kiloliter. Alasan BPH Migas menargetkan lebih besar karena mengingat masih banyak penyelundupan BBM bersubsidi di berbagai daerah.

Andy menambahkan, jika asumsi SMP ini sudah pasti digunakan, maka dalam merevisi kuota konsumsi untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tidak jauh dari asumsi 47,72 kiloliter

"Tidak jauh dari 47,72 kiloliter Ini berdasarkan hitungan kami jika mekanimse SMP BBM subsidi dengan Radio Frequency Identification (RFID) berjalan," jelas Andy.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas