Ini Penyebab Kuota BBM Bersubsidi Jebol
Pada kuartal pertama tahun 2013, kuota BBM bersubsidi melebih target sampai 3 persen.
Penulis:
Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pada kuartal pertama tahun 2013, kuota BBM bersubsidi melebih target sampai 3 persen. Badan Pengatur Hilir Minyak Bumi dan Gas menilai kuota tersebut bisa jebol lebih besar lagi di kuartal kedua tahun 2013.
Beberapa faktor turut mempengaruhi konsumsi BBM bersubsidi sehingga melebihi kuota yang ditetapkan, antara lain, meningkatnya penjualan kendaraan bermotor mobil kurang lebih 1,1 juta unit per tahun dan motor kurang lebih 7,1 juta unit per tahun.
"Selain itu tingginya disparitas harga BBM bersubsidi dengan BBM non subsidi yang mengakibatkan migrasi pengguna BBM non subsidi ke BBM subsidi," ujar Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Someng, Kamis (23/5/2013).
Andy Somen menjelaskan faktor lainnya adalah banyak oknum penyalahgunaan BBM bersubsidi, penggunaan BBM bersubsidi belum tepat sasaran. Andy menjelaskan kecenderungan pemborosan penggunaan BBM bersubsidi khususnya jenis solar pada kendaraan-kendaraan yang telah dilarang menggunakan solar bersubsidi.
"Program konversi BBM ke BBG belum optimal serta kebijakan pelarangan bbm bersubsidi untuk kendaraan dinas, perkebunan, kehutanan dan pertambangan serta kapal barang, belum optimal," ungkap Andy Someng.