Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Tekan Inflasi, Bunga Tabungan Harus Dinaikan

Perubahan asumsi makro inflasi akibat dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, hal tersebut harus disikapi industri perbankan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Arif Wicaksono
Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Perubahan asumsi makro inflasi akibat dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, hal tersebut harus disikapi industri perbankan dengan menaikkan suku bunga dana yang terdiri dari tabungan dan deposito untuk membantu menekan tingkat konsumsi.

Ekonom Bank Negara Indonesia (BNI) Ryan Kiryanto mengatakan kenaikan konsumsi akan menaikan inflasi. Maka bila mau menekan inflasi pemerintah harus menaikan saving masyarakat. Dan caranya adalah menaikan bunga tabungan.

"Bila inflasi naik akibat BBM naik, maka perbankan juga harus menaikkan suku bunga tabungan dan deposito agar orang mau menabung dan otomatis menekan tingkat konsumsi, sehingga membantu menurunkan inflasi juga," ujarnya ditemui di sela Indonesia Banking Expo 2012 yang dilaksanakan di JCC, Jakarta (23/05/2013).
  
Ryan beranggapan bila tingkat suku bunga dana perbankan rendah di saat inflasi tinggi, akan menyebabkan masyarakat tidak mau menabung.

Situasi ini membuat masyarakat akan memindahkan dananya ke bank lain yang bunga dananya tinggi, atau menginvestasikannya pada instrumen keuangan lain seperti obligasi atau membeli emas.
  
"Menyikapi asumsi ini perbankan itu harus pandai, tentang bagaimana menjaga agar 'customer' tidak pindah ke bank lain, dan tidak menarik dananya untuk melakukan investasi di instrumen keuangan lain seperti membeli obligasi atau emas," katanya.

Ryan menegaskan, bahwa kenaikan harga BBM bersubsidi ini harus segera disikapi DPR dengan bijaksana, sebab saat ini kondisi APBN kita sedang tertekan.

Sedangkan mengenai asumsi inflasi 7,2 persen bukan berarti tidak dapat dicegah. Bank Indonesia (BI) dan pemerintah  harus bekerja keras untuk menekan asumsi inflasi tersebut.

"Inflasi sebesar 7,2 persen itu kan asumsi, ini harus diusahakan di bawahnya. BI dan pemerintah harus kerja bakti secara keras, agar inflasi tersebut bisa di bawah asumsi, dan penerimaan pajak nantinya meningkat," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas