Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Tarik Ulur Pengelolaan Blok Siak

Pemerintah Provinsi Riau menunggu kepastian dari Kementerian ESDM soal pengelolaan Blok Siak yang saat ini masih dikelola PT Chevron.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Budi rahmat
TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Riau, Burhanuddin mengungkapkan, saat ini Pemerintah Provinsi Riau menunggu kepastian dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) soal pengelolaan Blok Siak yang saat ini masih dikelola PT Chevron.

Blok Siak ini mendukung Blok Rokan akan habis masa kontraknya dengan PT Chevron pada 27 November 2013 mendatang. Burhanuddin menjelaskan, Pemprov Riau sudah mengajukan keinginan kelola blok sudah dikelola Chevron sejak 1963 silam itu. Bahkan keseriusan ini kembali dipertegas dengan melayangkan surat kedua pada 2012.

"Kita tunggu dalam waktu dekat inilah. Kita sudah melangkapi segala persyaratan untuk bisa mengelola blok tersebut. Gubernur sudah menyatakan keinginan sejak 2009. Terakhir 17 Mei lalu, kita kembali melakukan komunikasi dan kita masih menunggu perkembangannya," kata Burhanuddin, Jumat (24/5)

Sejauh ini, Pemprov Riau menunjuk BUMD Riau Petroleum untuk mengelola blok tersebut. Guna memperkuat posisinya, Pemprov menunjuk perusahaan migas, Eka Maro Sakti, sebagai join partner.

Burhanuddin mengungkapkan, kerja sama dilakukan tersebut sebagai upaya melengkapi prasyarat diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 35 tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan Gas serta Peraturan Menteri ESDM Nomor 35 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penetapan dan Penawaran Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi.

"Pada Pasal 4 sampai 6 diatur bagaimana tata cara mengelola wilayah kerja migas. Jika daerah ingin mengambil alih dengan konsep penawaran langsung, maka harus dilakukan melakukan kerja sama dengan rekan konsorsium nanti menjadi mitra daerah," jelas Burhanuddin.

Dikatakannya, setelah adanya kerja sama tersebut, selanjutnya pemerintah daerah menyampaikan kesiapannya melakukan join studi. Dengan lelang terbuka, maka siapapun bisa memberikan penawaran dengan segala kesiapan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jadi nantinya kita akan jalin studi bersama antara pemerintah daerah, kementerian serta perguruan tinggi ditunjuk oleh kementrian. Dengan sudah adanya partner bersama, maka itu nantinya akan menjadi lampiran dalam proposal diajukan pemerintah daerah serta bentuk keseriusan take over Blok Siak," jelas Burhanuddin.

Meski sudah menyatakan keseriusannya, ada persoalan lain yang menjadi ganjalan pemikiran Pemprov Riau. Di antaranya ambisi kabupaten/kota untuk mengelola blok-blok migas tersebut. Tercatat, kabupaten Kampar, Siak serta Pelalawan menyatakan keinginan untuk mengelola blok migas.

Burhanuddin sangat berharap kabupaten bisa menahan diri. Memberikan kepercayaan kepada provinsi mengupayakan pengelolaan blok migas tersebut sampai nanti diatur kembali untuk pengelolaan pada masing-masing kabupaten.

"Biarkan kita mendapatkan dulu hak untuk mengelolanya. Jangan terpecah-pecah. Jika sudah dipastikan kita mendapatkannya, baru nanti diatur pembagian masing-masing," ujar Burhanuddin.

Ia mewanti-wanti, agar persoalan itu nantinya tidak menjadi pertimbangan pemerintah pusat, pada akhirnya menghilangkan kesempatan daerah.

"Sejauh ini kita masih optimistis. Makanya hindari dulu saling klaim. Bersama-sama kita perjuangkan, setelah itu baru kita bagi sesuai porsinya," ajak Burhanuddin.

Selain Pemprov Riau, PT Chevron masih memperlihatkan keinginannya mengelola blok tersebut. Chevron sudah mengajukan permohonan sejak 2010 silam. Berdasarkan data dari website Kementerian ESDM, luas Blok Siak 2.484 km persegi. Lapangan aktif diantaranya di Batang, Lindai, dan Menggala. PT Chevron sudah mengelola sejak 1963 dan data dari website ESDM terlihat kabupaten penghasil Kampar.

Kontraktor kontrak kerja sama Chevron Texaco Siak. Jenis minyak mentah SLC. Pragnosa 2012 (lifting) sebesar 329.31 ribu barel atau 1.07 MBPD. Kumulatif 9 bulan, selama interval Desember 2011-Agustus 2012, 256,146.00 barel atau pencapaian sasaran 66,65 persen.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas