Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Kenaikan BBM Sebabkan 4 Juta Orang Miskin Naru

Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi akan menambah jumlah orang miskin baru di Indonesia.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Arif Wicaksono
Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi akan menambah jumlah orang miskin baru di Indonesia. Diprediksi akan ada tambahan sebesar 4 juta orang miskin baru melalui kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi melalui mekanisme satu harga yang digodok pemerintah. 4 juta orang ini naik dari kategori nyaris miskin ke kelompok miskin.

M Chatib Basri, Menteri Keuangan, mengatakan adanya tambahan itu akan berusaha diatasi dengan kenaikan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang diperuntukan bagi 16 Juta orang. Asumsi itu dengan melihat orang belum miskin menjadi miskin akibat kenaikan BBM.

"Tambahan BLSM akan coba kurangi kemiskinan akibat BBM, maka hal ini menjadi penting, asumsi 16 juta orang melihat kemungkinan dari yang nyaris miskin menjadi miskin," katanya di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (27/05/2013).

Perimbangan kenaikan BBM juga akan diatasi dengan Raskin pemberian Bantuan Siswa Miskin (BSM) serta pemberian infrastruktur pedesaan. Dengan asumsi pertumbuhan sebesar 6,2 persen maka inflasi sebesar 7.2 persen akan coba ditahan dengan pemberian stimulus kepada masyarakat.

Dengan semua kebijakan ini, ia melihat sudah selayaknya BLSM diberlakukan untuk menjaga konsumsi masyarakat. Dengan mekanisme itu ia yakin masyarakat miskin yang alami masalah dalam pemenuhan kebutuhan makanan akan teratasi dengan BLSM.

"Ada indikasi masyarakat miskin akan alami masalah pangan ketika BBM dinaikan sedangkan masyarakat desa di menengah keatas  akan alami masalah di transportasi, maka kita akan atasi dengan kenaikan BBM bersubsidi," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas