Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Jero: Tak Ada Hubungannya Dengan Pemilu

Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Jero Wacik membantah kebijakan pemerintah untuk menaikan harga BBM bersubsidi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Jero Wacik membantah kebijakan pemerintah untuk menaikan harga BBM bersubsidi tidak memiliki nilai politik di dalamnya. Jero menegaskan kalau kenaikan harga BBM bersubsidi murni untuk kepentingan perekonomian negara.

"Kenaikan BBM bersubsidi ini gak akan ada hubungannya dengan pemilu. Jangan dikaitkan-kaitkan dengan politik," ujar Jero Wacik, di acara Pemerintah RI bertemu delegasi PM Papua Nugini, di Hotel Grand Hyatt, Selasa (18/6/2013)

Jero menjelaskan kenaikan harga bbm bersubsidi pasti menyumbang inflasi untuk ekonomi rakyat. Namun ia yakin kalau pemerintah pasti bisa mengatasinya inflasi dengan baik.

"Oleh karena itu, pemerintah pasti mempunyai cara tertentu untuk menjaga semua yang terjadi kedepannya," papar Jero.

Sampai saat ini belum diketahui siapa yang akan mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi. Jero pun tak bisa memberitahu kapan kenaikan harga BBM bersubsidi dilaksanakan.

" Jadi tunggu saja tanggal kenaikan tersebut, dan harganya berapa juga," kata Jero.

Hingga kini belum diketahui siapa menteri atau pejabat yang mengumumkan kenaikan harga BBM. Satu hal yang pasti dalam waktu dekat, harga BBM bersubsidi jenis premium akan naik menjadi Rp 6500 dan solar naik menjadi Rp 5500.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelumnya diberitakan Tribunnews.com, dengan penetapan APBN-P 2013 menjadi UU, maka anggaran BLSM dimasukan ke dalam postur APBN. Anggaran BLSM mencapai Rp 27,9 triliun diperuntukan untuk 15,5 juta kepala keluarga selama 4 bulan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas