BI Rate Tak Pengaruhi Bank Besar
Bank Indonesia (BI) memprediksi margin bank dengan infrastruktur kuat bisa bertahan dalam menghadapi kenaikan BI rate.
Penulis:
Arif Wicaksono
Editor:
Sanusi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memprediksi margin bank dengan infrastruktur kuat bisa bertahan dalam menghadapi kenaikan BI rate.
Pasalnya bank tersebut akan memiliki cost of fund yang lebih rendah ketimbang dengan bank yang berinfrastruktur lemah.
"Jadi kalau soal margin harus dilihat bank mana yang kena pengaruh, kalau BI rate naik tentunya Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) naik, lagipula inflasi naik makanya margin akan tertekan. Tapi harus dilihat juga karakter banknya," kata Difi A Johansyah, Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat BI, Rabu (19/6/2013).
Difi melihat karakter bank berbeda-beda. Bank yang memiliki jaringan ATM yang banyak dan mampu mengembangkan branchless banking akan lebih kuat karena cost of fund perbankannya lebih efisien. Sehingga pendanaan untuk pertumbuhan kredit tidaklah terlalu besar.
"Jadi bank dengan infrastruktur besar akan lebih kuat ketimbang dengan bank yang infrastrukturnya lemah, karena ada risiko dari kenaikan margin bunga perbankan dan daya beli akibat kenaikan BBM bersubsidi," katanya.
Namun, ia belum bisa memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan akibat dengan kenaikan BBM bersubsidi. Menurutnya faktor pertumbuhan ekonomi Indonesia juga menjadi pengaruh signifikan dalam memprediksi kenaikan kredit perbankan di Indonesia.
Baca tanpa iklan