Negara Defisit 846,6 Juta Dollar AS Karena Impor Minyak Naik
Pada Juli 2013, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit 846,6 juta dollar AS.
Penulis:
Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pada Juli 2013, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit 846,6 juta dollar AS. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor keluar negeri masih lebih kecil daripada Impor kedalam negeri
Tercatat dari data BPS pada bulan Juli 2013 masih sebesar 14,74 miliar dollar AS dan impornya di periode yang sama sebesar 15,59 miliar dollar AS. Kepala BPS Suryamin menjelaskan impor terbesar masih di sektor migas.
"Defisit neraca perdagangan masih disebabkan impor minyak bumi di Indonesia besar," ujar Suryamin, di kantornya, Kamis (1/8/2013)
Suryamin menegaskan secara akumulasi, sektor non migas masih secara ekspor. Secara kumulatif. Untuk impor migas periode Juli 2013 mengalami defisit 772,6 juta dollar AS. Sementara secara Januari-Juli 2013 mengalami defisit 5,821 miliar dollar AS.
"Kenaikan impor karena kebutuhan minyak dalam negeri meningkat seiring pertumbuhan ekonomi," jelas Suryamin.
Hasil minyak periode Juli mencapai 1,85 miliar dollar AS, sedangkan secara Januari-Juli mencapai 11,59 miliar dollar AS. Sedangkan minyak mentah periode Juli 2013 masih defisit 272,9 juta dollar AS dan untuk periode Januari-Juni 2013 juga defisit 1,781 miliar dollar AS.