Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun Bisnis
LIVE ●
tag populer

Susu Formula Tercemar Masuk Pelabuhan Batam

Pemerintah akhirnya melarang impor semua produk susu formula bayi yang masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Batam

Editor: Hendra Gunawan

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto

TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Pemerintah akhirnya melarang impor semua produk susu formula bayi yang masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Batam sebagai langkah pencegahan, menyusul skandal susu tercemar yang menghantam perusahaan susu terbesar di Selandia Baru, Fonterra.

"Kami mendengar dari perwakilan Fonterra bahwa beberapa negara, termasuk Malaysia dan China, telah menggunakan Whey protein konsentrat [WPC] tercemar dalam produk susu mereka," ujar Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan Pengawasan Obat RI, Roy A Sparringa, seperti dikutip dari Jakartapost.com, Jumat (16/8/2013).

"Jadi kita akan menyelidiki apakah produk dari negara-negara tersebut telah memasuki pasar Indonesia atau tidak," lanjutnya.

Menurut laporan sejumlah media, Pemerintah China dan Malaysia telah mengambil tindakan terhadap susu formula bayi yang mengandung bakteri Clostridium botulinum, setelah Fonterra mengumumkan bahwa perusahaan mereka telah mengekspor bahan baku untuk delapan negara pada awal bulan ini.

Fonterra mengatakan Danone Dumex Malaysia merupakan salah satu perusahaan yang menggunakan WPC pihaknya, dan telah menarik beberapa susu formula di Malaysia.

Roy mengatakan, bagaimanapun juga beberapa produk dari Danone Dumex Malaysia, seperti Dumex Mamex Cherish Langkah 1 dan Dumex Dupro Langkah 2, telah masuk ke Indonesia secara ilegal melalui Batam dan dapat didistribusikan di seluruh negeri.

Rekomendasi Untuk Anda

"Hanya beberapa batch kedua produk yang terkontaminasi oleh bakteri," katanya.

"Kami memperingatkan masyarakat untuk tidak membeli produk yang terkontaminasi, dan mengembalikan produk tersebut sehingga kita bisa mengambil tindakan." (jakartapost.com)

Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Atas