Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Bank Indonesia Belum Ingin Intervensi Anjloknya Rupiah

Bank Indonesia (BI) sampai saat ini masih mengkaji pelemahan nilai mata uang rupiah terhadap dollar AS.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) sampai saat ini masih mengkaji pelemahan nilai mata uang rupiah terhadap dollar AS. Padahal belum sampai satu minggu rupiah mengalami penurunan nilai mata tukar dari Rp 9.800 menjadi Rp 11.000 pada hari ini, Rabu (21/8/2013).

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ronald Waas menjelaskan pihaknya sampai saat ini masih menunggu rapat dewan gubernur (RDG). Selama RDG belum diputuskan BI hanya masih memantau penyebab dan dampak pelemahan rupiah.

"Mengenai nilai tukar rupiah nanti ya setelah Rapat Dewan Gubernur (RGD)," ujar Ronald Waas di kantor BI.

Ronald pun enggan menjawab ketika ditanya mengenai devisa Indonesia yang sudah cukup mengkhawatirkan. Ronald menegaskan BI akan melakukan intervensi terhadap anjloknya IHSG dan pelemahan rupiah setelah RDG selesai.

"Saya akan bicara setelah itu," ungkap Ronald

Diberitakan Tribunnews.com sebelumnya saat ini telah mencapai Rp11.000. Bahkan rupiah diprediksi akan menembus angka Rp 12.000 terhadap dollar AS pada akhir minggu.

Mengenai cadangan devisa hingga Juli 2013 merosot di level 92,671 miliar dollar AS. Dalam hal ini  cadangan devisa sudah merosot hingga 20,11 miliar dollar AS dari posisi akhir Desember tahun lalu yakni 112,781 miliar dollar AS.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas