Bank Indonesia Belum Ingin Intervensi Anjloknya Rupiah
Bank Indonesia (BI) sampai saat ini masih mengkaji pelemahan nilai mata uang rupiah terhadap dollar AS.
Penulis:
Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) sampai saat ini masih mengkaji pelemahan nilai mata uang rupiah terhadap dollar AS. Padahal belum sampai satu minggu rupiah mengalami penurunan nilai mata tukar dari Rp 9.800 menjadi Rp 11.000 pada hari ini, Rabu (21/8/2013).
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ronald Waas menjelaskan pihaknya sampai saat ini masih menunggu rapat dewan gubernur (RDG). Selama RDG belum diputuskan BI hanya masih memantau penyebab dan dampak pelemahan rupiah.
"Mengenai nilai tukar rupiah nanti ya setelah Rapat Dewan Gubernur (RGD)," ujar Ronald Waas di kantor BI.
Ronald pun enggan menjawab ketika ditanya mengenai devisa Indonesia yang sudah cukup mengkhawatirkan. Ronald menegaskan BI akan melakukan intervensi terhadap anjloknya IHSG dan pelemahan rupiah setelah RDG selesai.
"Saya akan bicara setelah itu," ungkap Ronald
Diberitakan Tribunnews.com sebelumnya saat ini telah mencapai Rp11.000. Bahkan rupiah diprediksi akan menembus angka Rp 12.000 terhadap dollar AS pada akhir minggu.
Mengenai cadangan devisa hingga Juli 2013 merosot di level 92,671 miliar dollar AS. Dalam hal ini cadangan devisa sudah merosot hingga 20,11 miliar dollar AS dari posisi akhir Desember tahun lalu yakni 112,781 miliar dollar AS.