Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun Bisnis
LIVE ●
tag populer

Langkah BI untuk Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) diminta untuk secara cepat mengambil langkah terkait pelemahan rupiah selama sepekan terakhir.

Penulis: Arif Wicaksono
Editor: Sanusi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) diminta untuk secara cepat mengambil langkah terkait pelemahan rupiah selama sepekan terakhir.

Rahadyo Anggoro Widagdo, Pengamat Valas, mengatakan BI perlu menerbitkan kebijakan yang menarik bagi pasar khususnya para investor asing agar tidak menarik dananya dari Indonesia.

"Salah satunya menerbitkan instrumen investasi dengan tenor jangka panjang, tetapi memiliki imbal hasil yang menguntungkan," katanya, Rabu (21/8/2013).

Selain itu, BI juga perlu melakukan FX Swap atau instrumen hedging (lindung nilai). Instrumen ini memungkinkan BI memperoleh pasokan valas dari bank atau pelaku usaha yang mau menukar dollar ke rupiah.

Melalui FX Swap, Bank atau pelaku usaha bisa memanfaatkan instrumen ini untuk menghindari risiko kelangkaan dolar dan risiko kurs di masa datang.

Mekanismenya, Bank atau pelaku usaha melepas dollarnya kepada BI untuk mendapatkan rupiah, dengan kesepakatan di masa datang (1 bulan, 3 bulan atau 6 bulan lagi) mereka bisa kembali mendapat dollar dari BI dengan jumlah dan kurs seperti ketika dilepas ditambah premi. Acuan kurs yang digunakan adalah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor).

"Gubernur BI sempat menyampaikan peluang lelang semakin sering dilakukan untuk mengoptimalkan peran instrumen ini," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Anggoro, BI juga perlu menyempurnakan sejumlah ketentuan untuk pengembangan pasar valas domestik sekaligus untuk meningkatkan pasokan valas secara lebih efektif. Hal tersebut termasuk ketentuan mengenai pembelian valas terhadap rupiah untuk bank, transaksi derivatif dan pinjaman luar negeri jangka pendek perbankan.

Fundamental utama adalah memperbaiki struktur neraca perdagangan untuk memperkecil defisit neraca perdagangan. "Salah satunya dengan memperbaiki daya saing produk ekspor kita dan memperketat ketentuan impor," katanya.

Dengan langkah tersebut diharapkan pelemahan nilai tukar rupiah akan terhenti dan kembali stabil sehingga memberikan kepastian bagi para pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Atas