Pelemahan Rupiah Bakal Berlanjut
Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, memprediksi nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS masih akan melemah.
Penulis:
Arif Wicaksono
Editor:
Sanusi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, memprediksi nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS masih akan melemah.
"Pelemahan tersebut dipicu sentimen dari pengurangan stimulus The Fed yang kelak menjadi isu utama dalam pelemahan Rupiah," katanya, Kamis (22/8/2013).
Pergerakan rupiah masih menanti "minutes of meeting" dari The Fed yang akan memberikan sinyal mengenai keputusan The Fed akan kelanjutan dari stimulus.
Aliran dana dari The Fed 85 miliar dollar AS per bulan diperkirakan akan mulai dikurangi pada September, seiring dengan perbaikan keadaan lapangan kerja di AS. Hal itu akan mendorong terjadinya capital outflow dari seluruh dunia, khususnya negara-negara berkembang.
Akibat dari wacana pencabutan stimulus the fed adalah yield obligasi AS untuk tenor 10 tahun semakin naik, begitupun dengan yield Surat Utang Negara (SUN) yang juga meningkat turut menambah sentimen negatif di pasar. Sehingga memicu pembelian obligasi dalam dollar AS secara besar-besaran.
Seperti diketahui, nilai tukar rupiah kembali tertekan pada pagi hari ini, Kamis (22/8). Sampai pukul 08.36 WIB, nilai tukar rupiah di pasar sport berada di posisi Rp 11.005 per dolar Amerika Serikat (USD).