Stimulus Ekonomi Pemerintah Tak Berpengaruh
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, menjelaskan stimulus tersebut tidak berarti banyak karena masih bersifat terlalu umum
Penulis: Arif Wicaksono
Editor: Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Beberapa hari lalu pemerintah mengeluarkan paket stimulus ekonomi yang ditujukan untuk mengatasi kondisi perekonomian yang sedang bergejolak akibat melemahnya nilai tukar rupiah. Harry Azhar Azis, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, menjelaskan stimulus tersebut tidak berarti banyak karena masih bersifat terlalu umum.
"Masih terlalu umum, tidak ada sasaran yang hendak dicanangkan pemerintah, sehingga tidak berarti untuk menahan gejolak krisis apalagi dalam empat bulan terakhir ini," kata Harry di Jakarta, Senin (26/8/2013).
Harry menganggap pemerintah perlu menerapkan target khusus serta langkah konkrit dalam menekan penggunaan mata uang dollar AS. Seperti dengan alokasi dana khusus untuk krisis sebanyak Rp 74 triliun pada 2009 - 2012 ataukah dengan mengeluarkan Perpu yang mengatur juklak khusus dari stimulus tersebut.
"Harus ada Perpu yang mengatur, bagaimana masalah teknisnya apakah bagaimana penerapan kenaikan pajak barang mewah dan bagaimana persoalan fiskal lainnya, ini yang perlu diatur," katanya.
Namun secara umum,dalam jangka panjang, ia menilai paket kebijakan stimulus akan memberikan efek yang positif. Ia menilai pemerintah tampak berusaha memperbaiki defisit neraca perdagangan dengan menaikan ekspor dan menekan impor.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.