Tribun Bisnis

2014, Pasar Otomotif Diprediksi Stagnan

Tahun 2013 menjadi tahun "cobaan" bagi industri otomotif

Editor: Budi Prasetyo
2014, Pasar Otomotif Diprediksi Stagnan
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Petugas memeriksa mobil baru yang siap dipasarkan di kantor Krama Yudha Tiga Berlian Motors Jakarta Timur, Jumat (15/11/2013). Gabungan Asosiasi Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperkirakan penjualan tahun ini akan mencapai 1,2 juta unit. Padahal sebelumnya, Gaikindo dan beberapa anggotanya, memperkirakan penjualan tahun 2013 sama dengan tahun lalu, yaitu 1,1 juta unit. Penjualan tertinggi diperoleh pada September lalu, yaitu dari Indonesia International Motor Show (IIMS) 2013 mencapai 115.921 unit atau naik 46,8 persen dari bulan sebelumnya (Agustus, 77.962 unit, terendah selama 2013). TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasriyani Latif

TRIBUNNEWS.COM MAKASSAR - Tahun 2013 menjadi tahun "cobaan" bagi industri otomotif. Kondisi perekonomian global yang tidak stabil ditambah pengetatan likuiditas dalam negeri membuat penjualan mobil tak sesuai yang diharapkan. Sejumlah diler mobil-pun terpaksa mengoreksi target jualannya.

Kalla Toyota selaku diler mobil Toyota untuk wilayah Sulawesi (kecuali Sulut) misalnya. Marcomm Head Kalla Toyota, Aswan Amiruddin, mengatakan, awalnya, pihaknya sangat optimis penjualan mobil Toyota bakal tumbuh diatas 40 persen dibanding tahun sebelumnya.

Nyatanya, hingga menjelang tutup tahun, target pertumbuhan tersebut tidak terealisasi. "Tadinya memang cukup optimis, tapi ternyata tidak secemerlang yang kita harapkan," katanya, Kamis (20/11/2013).

Menurut Aswan, hingga saat ini, rata-rata penjualan Kalla Toyota di wilayah pemasarannya mencapai 2.200 unit setiap bulannya. Kondisi makro ekonomi, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), serta kebijakan DP kendaraan membuat pihaknya menurunkan target pertumbuhan.

Di 2014 mendatang, kondisi serupa juga masih membayangi. Persaingan yang dirasa cukup berat membuatnya hanya mematok pertumbuhan penjualan 15-20 persen.

Daihatsu juga mengalami kondisi serupa. Supervisor Marketing PT Astra Internasional Tbk Daihatsu cabang Urip Sumoharjo, Almar W Lahonauman menjelaskan, meski secara unit penjualan Daihatsu di Sulsel tetap naik, secra market share (MS) terpaksa harus terkoreksi.

"Hingga Agustus, rata-rata jualan Daihatsu di Sulsel 462 unit sebulan. Naik dibandingkan tahun lalu yang hanya 395 unit setiap bulan. Secara volum, penjualan kami sesuai target, namun ada koreksi di MS-nya," jelasnya.

Untuk pasar otomotif di 2014, Almar menyebut bahwa pihaknya tidak akan takabur dalam memprediksi pertumbuhan. Apalagi, menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang stagnan, situasi keamanan, serta pemilu, diprediksi bakal membuat pasar tidak berkembang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas