Tarif Listrik Penyumbang Inflasi Terbesar November
Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan sumbangan inflasi terbesar pada November berasal dari kebutuhan perumahan.
Penulis:
Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor:
Sanusi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan sumbangan inflasi terbesar pada November berasal dari kebutuhan perumahan. Kelompok air, gas dan bahan bakar menyumbang 0,68 persen dari total inflasi November 2013.
Suryamin, Kepala BPS, menegaskan sektor kelistrikan menyumbang inflasi terbesar sepanjang November karena dipicu kenaikan tarif dasar listrik sebesar empat persen. "Sumber penyumbang inflasi ini terjadi akibat kenaikan tarif listrik 0,16 persen," ujar Suryamin di kantor BPS, Senin (2/12/2013).
Suryamin menjelaskan, sektor-sektor lainnya yang berkontribusi terhadap inflasi november adalah makanan jadi minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,05 persen. Namun bahan makanan jadi dan mentah tidak berkontribusi terhadap inflasi.
Sementara itu kelompok bahan makanan mengalami deflasi sebesar 0,47 persen, begitu juga dengan kelompok sandang yang mengalami deflasi 0,03 persen.
Selain itu di sektor sandang, emas dan perhiasan tidak menambah inflasi. Bahkan pada sektor sandang dan perhiasan tidak mengalami perubahan apapun.
Sebelumnya diberitakan tribunnews.com, BPS melansir inflasi November 2013 sebesar 0,12 persen.